Duka AC Milan, Legenda Franco Baresi Tutup Usia di 66 TahunDuka AC Milan, Legenda Franco Baresi Tutup Usia di 66 Tahun

Dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah olahraga ini. Franco Baresi, legenda sekaligus mantan kapten AC Milan dan Timnas Italia, meninggal dunia pada usia 66 tahun. Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh AC Milan melalui pernyataan resmi yang menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga serta seluruh penggemar Rossoneri di berbagai penjuru dunia.

Kepergian Baresi menjadi pukulan besar bagi sepak bola Italia. Selama lebih dari dua dekade, namanya identik dengan AC Milan. Ia bukan hanya seorang bek tangguh, tetapi juga simbol loyalitas, kepemimpinan, dan dedikasi yang kini semakin sulit ditemukan dalam sepak bola modern.

Melalui akun resminya, AC Milan menyebut seluruh sejarah klub ikut berduka atas wafatnya sang legenda. Klub menegaskan bahwa integritas, keteladanan, dan semangat Franco Baresi akan selalu menjadi bagian dari DNA Rossoneri. Nomor punggung 6 yang telah dipensiunkan sejak 1997 menjadi pengingat bahwa jasa Baresi tidak akan pernah tergantikan.

Franco Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama AC Milan sejak menjalani debut pada 1978 hingga memutuskan pensiun pada 1997. Selama 20 musim mengenakan seragam merah-hitam, ia tampil lebih dari 700 pertandingan di berbagai kompetisi dan mempersembahkan enam gelar Serie A, tiga trofi Liga Champions Eropa, dua Piala Interkontinental, serta berbagai gelar domestik maupun internasional lainnya. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pemain tersukses dalam sejarah klub.

Tak hanya sukses sebagai pemain, Baresi juga dikenal sebagai kapten yang mampu memimpin ruang ganti dengan penuh wibawa. Selama 15 tahun mengenakan ban kapten, ia membawa Milan melewati berbagai era, termasuk masa keemasan di bawah pelatih Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.

Pada periode tersebut, lini pertahanan Milan menjadi salah satu yang terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, dan Mauro Tassotti, Baresi membentuk tembok pertahanan yang sulit ditembus lawan. Banyak pengamat menilai kombinasi mereka sebagai salah satu lini belakang terbaik yang pernah dimiliki sebuah klub.

Di level internasional, Franco Baresi juga meninggalkan jejak yang luar biasa bersama Timnas Italia. Ia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Dunia 1982 di Spanyol. Meski saat itu masih berusia muda, pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi karier gemilangnya bersama Gli Azzurri.

Huyền thoại Franco Baresi.

Puncak kepemimpinannya bersama Italia terlihat pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Meski baru pulih dari cedera lutut serius, Baresi mampu kembali bermain di partai final melawan Brasil. Penampilannya saat itu dipuji karena menunjukkan keberanian, disiplin, dan jiwa kepemimpinan yang luar biasa, meskipun Italia akhirnya harus kalah melalui adu penalti.

Dalam beberapa tahun terakhir, Baresi masih aktif menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden Kehormatan AC Milan. Ia tetap hadir dalam berbagai kegiatan klub dan menjadi sosok yang dihormati oleh pemain, pelatih, hingga manajemen.

Pada 2025, kondisi kesehatannya mulai menjadi perhatian setelah menjalani operasi untuk mengangkat nodul pada paru-parunya. Setelah menjalani perawatan dan terapi lanjutan, kondisinya sempat membaik sehingga masih dapat menghadiri beberapa agenda penting klub, termasuk tampil sebagai pembawa obor pada pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Namun, kesehatannya kembali menurun dalam beberapa bulan terakhir hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Menariknya, hanya beberapa hari sebelum kabar duka tersebut, AC Milan sempat membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai meninggalnya Baresi. Saat itu pihak klub meminta publik menghormati privasi keluarga karena kondisi kesehatannya memang sedang kritis. Setelah mendapat perawatan intensif, kabar wafatnya akhirnya dikonfirmasi secara resmi pada Jumat.

Ucapan belasungkawa segera mengalir dari berbagai penjuru dunia. Mantan pemain, klub-klub besar Eropa, hingga federasi sepak bola memberikan penghormatan kepada sosok yang dianggap sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Banyak yang mengenang Baresi sebagai pemain dengan kecerdasan membaca permainan, kemampuan mengorganisasi lini belakang, serta kepemimpinan yang menjadi inspirasi lintas generasi.

Bagi para pendukung AC Milan, Franco Baresi bukan sekadar legenda. Ia adalah simbol kesetiaan kepada satu klub, sesuatu yang kini semakin langka dalam sepak bola profesional. Selama dua dekade membela Rossoneri, ia tidak pernah meninggalkan klub meski sempat mengalami masa sulit, termasuk ketika Milan terdegradasi ke Serie B.

Warisan yang ditinggalkan Baresi tidak hanya berupa deretan trofi, tetapi juga nilai-nilai sportivitas, profesionalisme, dan kecintaan terhadap klub. Hingga kini, banyak bek muda menjadikan gaya bermainnya sebagai referensi dalam memahami seni bertahan yang elegan namun efektif.

Kepergian Franco Baresi menjadi akhir dari satu era besar sepak bola Italia. Namun, nama dan pencapaiannya akan terus hidup dalam sejarah AC Milan serta dikenang sebagai salah satu kapten terbaik yang pernah dimiliki dunia sepak bola.