Como 1907 Cetak Sejarah, Lolos ke Eropa Pertama Kali

Como 1907 Cetak Sejarah: Dari Klub Bangkrut hingga Lolos ke Kompetisi Eropa

Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling bersejarah bagi Como 1907. Klub asal Italia yang beberapa tahun lalu masih berkutat di divisi bawah kini sukses memastikan tiket ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pencapaian luar biasa ini semakin terasa spesial karena diraih hanya dua tahun setelah promosi ke Serie A.

Kepastian tersebut didapat usai Como meraih kemenangan tipis 1-0 atas Hellas Verona dalam lanjutan Liga Italia. Hasil itu membuat Como mengoleksi 65 poin dan mengamankan posisi enam besar klasemen Serie A. Posisi tersebut setidaknya sudah cukup untuk membawa mereka tampil di playoff UEFA Conference League musim depan.

Bagi banyak pihak, keberhasilan Como mungkin terasa mengejutkan. Namun jika melihat perjalanan panjang klub ini, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kesabaran, dan proyek besar yang dibangun secara perlahan dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku sangat bangga dengan pencapaian timnya. Menurut mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea tersebut, keberhasilan lolos ke Eropa menjadi momen emosional bagi seluruh elemen klub.

Fabregas mengingat kembali momen ketika Como promosi ke Serie A dua tahun lalu. Kini, pada tanggal yang hampir sama, mereka kembali mencetak sejarah dengan memastikan diri tampil di kompetisi Eropa.

Ia menyebut perjalanan Como sebagai sesuatu yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Bagi Fabregas, perkembangan klub tidak hanya terlihat dari hasil di lapangan, tetapi juga dari mentalitas tim, manajemen, hingga dukungan suporter yang terus berkembang bersama klub.

Meski begitu, Fabregas menegaskan bahwa Como tetaplah klub sederhana. Ia tidak ingin timnya dibandingkan dengan raksasa-raksasa Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, atau Napoli. Menurutnya, Como hanya ingin menikmati perjalanan luar biasa yang sedang mereka jalani.

Pernyataan itu mencerminkan identitas Como saat ini. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut memang tidak memiliki sejarah sebesar klub elite Italia lainnya. Namun justru kesederhanaan dan kerja keras itulah yang menjadi kekuatan utama mereka.

Perjalanan Como menuju titik ini tidaklah mudah. Klub yang berdiri sejak tahun 1907 itu pernah mengalami masa-masa kelam akibat masalah finansial berkepanjangan. Bahkan, Como sempat dinyatakan bangkrut pada 2004 dan harus memulai kembali dari Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.

Situasi sulit kembali terjadi pada 2016 ketika Como mengalami kebangkrutan untuk kedua kalinya. Banyak yang mengira klub tersebut akan tenggelam dan sulit bangkit. Namun takdir berkata lain.

Titik balik Como dimulai pada 2017 ketika klub diakuisisi oleh Akosua Puni Essien, istri mantan pemain Chelsea, Michael Essien. Akuisisi tersebut menjadi langkah awal kebangkitan Como, meski perjalanan mereka menuju level tertinggi sepak bola Italia masih sangat panjang.

Perubahan besar benar-benar terjadi pada 2019 saat Como dibeli oleh perusahaan media asal London, SENT Entertainment. Perusahaan tersebut dimiliki oleh dua pengusaha Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Di bawah kepemimpinan baru, Como mulai membangun fondasi klub secara serius. Investasi dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, akademi, hingga kualitas skuad utama. Nama klub pun dikembalikan menjadi Como 1907 sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang mereka.

Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Como berhasil promosi ke Serie C, kemudian naik lagi ke Serie B, sebelum akhirnya memastikan tiket ke Serie A pada 2024 setelah finis sebagai runner-up Serie B.

Kembalinya Como ke kasta tertinggi sepak bola Italia setelah absen selama 21 tahun menjadi awal dari kisah yang lebih besar. Alih-alih sekadar bertahan di Serie A, Como justru berkembang menjadi salah satu tim paling menarik di Italia.

Salah satu sosok penting di balik kesuksesan tersebut tentu adalah Cesc Fabregas. Setelah sempat menjadi pemain, legenda sepak bola Spanyol itu dipercaya menjadi pelatih dan berhasil membawa filosofi permainan modern ke dalam tim.

Fabregas dikenal menerapkan gaya bermain menyerang dengan penguasaan bola yang rapi. Meski memiliki skuad yang tidak semewah klub-klub besar, Como mampu tampil disiplin dan efektif sepanjang musim.

Selain Fabregas, keberhasilan Como juga tidak lepas dari peran Presiden klub, Mirwan Suwarso. Pria asal Indonesia tersebut menjadi salah satu tokoh penting yang ikut membangun proyek jangka panjang Como.

Mirwan mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian bersejarah klub. Ia mengingat bagaimana dua tahun lalu Serie A masih terasa seperti mimpi bagi Como. Kini, klub tersebut bukan hanya bertahan di Serie A, tetapi juga akan tampil di kompetisi Eropa.

Menurut Mirwan, keberhasilan ini bukan akhir perjalanan. Justru, lolos ke Eropa membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi klub untuk terus berkembang secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa Como ingin membangun masa depan yang kuat melalui inovasi, baik di dalam maupun luar lapangan. Klub juga ingin memperluas pengaruh mereka tidak hanya di Italia, tetapi juga di tingkat internasional.

Menariknya, proyek Como juga mendapat dukungan dari sejumlah nama besar sepak bola dunia. Selain Fabregas, legenda Prancis Thierry Henry juga menjadi investor minoritas klub.

Kehadiran tokoh-tokoh besar tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan Como, baik dari sisi bisnis maupun olahraga. Namun yang paling penting, klub tetap mempertahankan identitas sederhana yang menjadi ciri khas mereka.

Musim ini sendiri belum benar-benar berakhir bagi Como. Meski sudah memastikan tiket Eropa, mereka masih memiliki peluang untuk finis di posisi lebih tinggi dan merebut tempat di Liga Europa atau bahkan Liga Champions.

Dengan dua pertandingan tersisa, Como dipastikan akan berjuang habis-habisan demi menutup musim dengan hasil terbaik. Jika berhasil mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin mereka akan menciptakan kejutan lebih besar lagi.

Bagi para suporter, pencapaian ini tentu terasa sangat emosional. Setelah bertahun-tahun mengalami keterpurukan, kebangkrutan, dan hidup di divisi bawah, kini Como akhirnya kembali menjadi klub yang diperhitungkan di Italia.

Kisah Como 1907 menjadi bukti bahwa sepak bola tidak selalu tentang klub kaya dan sejarah besar. Dengan visi yang jelas, manajemen yang baik, serta kerja keras seluruh elemen klub, sebuah tim sederhana pun bisa menembus panggung Eropa.

Dari klub yang pernah hancur karena masalah finansial hingga kini menjadi peserta kompetisi Eropa, perjalanan Como adalah salah satu kisah paling inspiratif dalam sepak bola modern. Dan bagi Como 1907, sejarah besar mereka tampaknya baru saja dimulai.