Timnas Prancis menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 setelah menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Norwegia. Bermain di Boston, Les Bleus tampil dominan sejak menit pertama berkat performa luar biasa Ousmane Dembele yang mencetak hat-trick hanya dalam waktu 32 menit.
Laga yang semula diprediksi akan menjadi duel dua mesin gol dunia, Kylian Mbappe dan Erling Haaland, justru berjalan di luar ekspektasi. Pelatih Norwegia Stale Solbakken memilih merotasi hampir seluruh pemain utamanya, termasuk mengistirahatkan Haaland setelah timnya memastikan tiket ke babak gugur.
Absennya striker Manchester City itu membuat sorotan beralih kepada Dembele. Penyerang Paris Saint-Germain tersebut memanfaatkan kesempatan dengan sempurna dan menjadi aktor utama kemenangan Prancis.
Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil kendali permainan. Bahkan, baru memasuki detik ke-21 Mbappe hampir membuka keunggulan ketika tembakannya menghantam mistar gawang. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ketujuh.
Berawal dari keberhasilan merebut bola di area pertahanan lawan, Mbappe mengirim umpan ke sisi kanan yang langsung disambut Dembele. Dengan kecepatan dan teknik individunya, pemain berusia 29 tahun itu mengecoh bek Norwegia sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut gawang yang gagal dijangkau Egil Selvik.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Prancis. Permainan cepat dan perpindahan bola yang rapi membuat lini belakang Norwegia kesulitan mengantisipasi setiap serangan.

Gol kedua lahir pada menit ke-20 melalui skema serangan balik cepat. Dembele kembali menjadi penyelesai akhir setelah melakukan cut inside dari sisi kanan sebelum melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kiri andalannya. Bola meluncur deras ke pojok gawang dan membawa Prancis unggul 2-0.
Norwegia sempat memberi respons positif. Hanya berselang lebih dari satu menit setelah gol kedua Prancis, Thelo Aasgaard berhasil memperkecil ketertinggalan memanfaatkan kelengahan lini belakang Les Bleus. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Norwegia untuk kembali ke pertandingan.
Namun momentum itu tidak bertahan lama. Dembele kembali menunjukkan kelasnya pada menit ke-32. Menerima bola di sisi kanan, ia kembali melakukan gerakan khas memotong ke tengah sebelum melepaskan sepakan akurat yang kembali bersarang di sudut gawang Selvik.
Hat-trick tersebut menjadi catatan istimewa bagi Dembele. Selain menjadi trigol pertamanya bersama tim nasional Prancis, ia juga mencatatkan salah satu hat-trick tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Ketiga gol itu lahir hanya dalam waktu 32 menit sejak pertandingan dimulai.
Lebih menarik lagi, gol ketiganya dibangun melalui proses yang sangat indah. Prancis melakukan rangkaian 17 operan beruntun dengan seluruh pemain menyentuh bola sebelum akhirnya Dembele menyelesaikan peluang menjadi gol. Kombinasi tersebut memperlihatkan kualitas permainan kolektif yang mulai menemukan bentuk terbaiknya.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun. Prancis tetap menguasai jalannya laga, sementara Norwegia mencoba mencari peluang melalui serangan balik.
Kesempatan emas didapat Norwegia ketika Oscar Bobb dijatuhkan di dalam kotak penalti. Sayangnya, Jorgen Strand Larsen yang dipercaya menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditepis Mike Maignan.
Penyelamatan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi kiper AC Milan itu. Maignan menjadi penjaga gawang Prancis pertama yang mampu menggagalkan penalti lawan di Piala Dunia dalam waktu normal sejak Joel Bats melakukannya pada edisi 1986.
Setelah penyelamatan itu, Prancis kembali mengontrol permainan. Didier Deschamps, yang kali ini diwakili asistennya Guy Stephan karena sedang berduka, mulai melakukan sejumlah pergantian pemain guna menjaga kebugaran skuad.
Dembele ditarik keluar pada menit ke-65 setelah mendapatkan tepuk tangan meriah dari para pendukung Prancis. Penampilannya malam itu benar-benar menjadi pembeda dan membuat lini pertahanan Norwegia tidak berkutik sepanjang babak pertama.
Meski intensitas permainan menurun, Les Bleus masih mampu menambah satu gol pada masa injury time. Desire Doue menutup pesta gol Prancis melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Bradley Barcola sehingga skor berubah menjadi 4-1 hingga pertandingan usai.

Kemenangan ini memastikan Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sekaligus keluar sebagai juara Grup I. Catatan tersebut menjadi yang pertama sejak keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia 1998.
Meski demikian, Guy Stephan memilih untuk tidak larut dalam euforia. Menurutnya, perjalanan menuju gelar masih sangat panjang dan kualitas lawan akan semakin meningkat di babak gugur.
Ia menilai skuad Prancis saat ini memiliki karakter yang berbeda dibanding tim yang menjadi finalis Piala Dunia 2022. Banyak pemain muda yang baru pertama kali tampil di ajang sebesar Piala Dunia sehingga pengalaman mereka masih akan terus berkembang seiring berjalannya turnamen.
Di sisi lain, keputusan Stale Solbakken merotasi 10 pemain utama menuai beragam tanggapan. Pelatih Norwegia tampaknya lebih memprioritaskan kebugaran pemain inti menjelang fase knockout dibanding memaksakan hasil maksimal pada laga terakhir grup.
Strategi tersebut memang membuat Haaland dan sejumlah pemain penting mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Namun konsekuensinya, Norwegia harus menerima kekalahan telak dari salah satu favorit juara.
Meski kalah, Norwegia tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Haaland diperkirakan akan kembali memperkuat tim saat menghadapi Pantai Gading pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Prancis semakin mempertegas statusnya sebagai kandidat kuat peraih trofi. Hingga akhir fase grup, mereka telah mengoleksi 10 gol dengan variasi serangan yang sangat beragam.
Bukan hanya mengandalkan kecepatan Mbappe, Prancis kini memiliki banyak sumber ancaman dari lini depan. Dembele tampil luar biasa sebagai penyelesai peluang, sementara pemain seperti Michael Olise, Desire Doue, Bradley Barcola, hingga Antoine Griezmann mampu memberikan kreativitas di lini serang.
Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda membuat Les Bleus memiliki kedalaman skuad yang sangat kompetitif. Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti saat menghadapi Norwegia, Prancis berpeluang besar melangkah jauh bahkan kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah.
