Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Persembahkan Kemenangan untuk Jota

Timnas Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7/2026) WIB. Kemenangan tersebut bukan sekadar mengantar Selecao das Quinas melangkah ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi penghormatan emosional bagi mendiang Diogo Jota yang wafat setahun lalu.

Pertandingan berlangsung penuh drama sejak menit awal. Portugal tampil dominan dalam penguasaan bola, namun Kroasia mampu memberikan perlawanan sengit hingga memaksa pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Sejumlah keputusan Video Assistant Referee (VAR) turut mewarnai jalannya laga dan menjadi salah satu sorotan utama.

Sebelum pertandingan dimulai, suasana haru sudah terasa di stadion. Foto Diogo Jota ditampilkan di layar raksasa saat lagu kebangsaan Portugal berkumandang. Seluruh pemain, staf pelatih, hingga ribuan pendukung memberikan penghormatan kepada mantan penyerang Liverpool tersebut yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025 bersama sang adik, André Silva.

Momen tersebut memberikan motivasi tambahan bagi skuad Portugal untuk memberikan penampilan terbaik. Cristiano Ronaldo yang memimpin tim sebagai kapten tampak emosional sepanjang prosesi penghormatan, sekaligus membawa semangat rekan setimnya yang telah tiada.

Memasuki pertandingan, Portugal langsung berusaha mengambil inisiatif serangan. Bruno Fernandes, Joao Cancelo, Renato Veiga, hingga Joao Neves bergantian menciptakan peluang, tetapi belum mampu menaklukkan penjaga gawang Kroasia, Dominik Livakovic.

Meski lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, Portugal gagal mencetak gol sepanjang babak pertama. Sebaliknya, Kroasia tampil disiplin dalam bertahan dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat.

Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua ketika Ivan Perisic membawa Kroasia unggul lebih dahulu pada menit ke-53. Gol tersebut sempat membuat Portugal berada dalam tekanan karena harus mengejar ketertinggalan demi menjaga asa melaju ke babak berikutnya.

Portugal sebenarnya sempat dua kali mencetak gol melalui Cristiano Ronaldo. Namun, kedua gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan sang penyerang berada dalam posisi offside. Meski demikian, Portugal tidak kehilangan semangat dan terus menekan pertahanan lawan.

Hasil Portugal vs Kroasia 2-1: Penuh Drama dan Kontroversi, Cristiano Ronaldo Antar Portugal ke 16 Besar

Kesempatan emas datang pada menit ke-68 saat wasit menunjuk titik penalti setelah Renato Veiga dilanggar di dalam kotak terlarang. Ronaldo yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penaltinya mengecoh Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan Portugal, tetapi juga menghadirkan catatan sejarah baru bagi Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu resmi menjadi pemain tertua yang mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia, memecahkan rekor sebelumnya yang juga dipegang legenda Portugal, Pepe.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan semakin terbuka. Kroasia beberapa kali mengancam melalui Mateo Kovacic dan Igor Matanovic, sementara Portugal mengandalkan kecepatan Rafael Leao dan kreativitas Bruno Fernandes untuk membongkar pertahanan lawan.

Gambar

Drama mencapai puncaknya pada masa injury time. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Rafael Leao mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Goncalo Ramos berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang tidak mampu dihalau Livakovic sehingga membawa Portugal berbalik unggul 2-1 pada menit ke-90+4.

Kroasia sebenarnya sempat mencetak gol penyeimbang beberapa menit kemudian. Namun, setelah kembali melakukan pemeriksaan melalui VAR, wasit menganulir gol tersebut karena terjadi offside dalam proses serangan. Keputusan itu memastikan Portugal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Usai pertandingan, Cristiano Ronaldo langsung memberikan penghormatan khusus kepada Diogo Jota. Ia mengenakan jersey bernomor punggung 21 yang identik dengan mendiang rekannya dan mengunggah pesan emosional melalui media sosial.

“Kami menang untuk kami, Diogo, dan Portugal. Ayo terus maju,” tulis Ronaldo.

Kapten Portugal itu juga menyebut kemenangan tersebut terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan satu tahun kepergian Diogo Jota. Menurutnya, seluruh pemain merasakan kehadiran semangat Jota sepanjang pertandingan dan menjadikan kemenangan itu sebagai persembahan terbaik bagi mantan rekan setim mereka.

Gambar

Pelatih Roberto Martinez juga menyampaikan bahwa sosok Diogo Jota tetap menjadi inspirasi di ruang ganti Portugal. Ia menilai dedikasi, kerja keras, dan karakter Jota akan selalu menjadi contoh bagi generasi pemain berikutnya.

Martinez bahkan memasukkan nama Diogo Jota sebagai “plus one” dalam daftar skuad Portugal menuju Piala Dunia 2026 sebagai bentuk penghormatan simbolis. Baginya, Jota akan selalu menjadi bagian dari perjalanan tim nasional meski telah tiada.

Selain penghormatan kepada Jota, kemenangan atas Kroasia memperpanjang tren positif Portugal. Tim asuhan Roberto Martinez kini belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, menunjukkan konsistensi performa menjelang fase-fase krusial turnamen.

Lolos ke babak 16 besar membuat Portugal kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat. Selecao dijadwalkan bertemu rival kuat, Spanyol, dalam pertandingan yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur Piala Dunia 2026.

Duel sesama kekuatan Eropa tersebut dipastikan berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia serta ambisi besar untuk melangkah sejauh mungkin di turnamen. Portugal membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan dramatis atas Kroasia, sementara Spanyol datang dengan performa impresif sepanjang kompetisi.

Keberhasilan mengatasi tekanan, mencetak gol di momen krusial, serta menjaga semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Portugal. Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah emosional tentang penghormatan kepada Diogo Jota yang akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan dan identitas Selecao das Quinas.