Inter Milan menutup musim 2025/2026 dengan penuh kebanggaan setelah sukses meraih gelar ganda domestik Serie A dan Coppa Italia. Keberhasilan tersebut menegaskan dominasi Nerazzurri di sepak bola Italia musim ini. Namun di balik pesta juara yang berlangsung meriah di Stadion Giuseppe Meazza dan jalanan Kota Milan, terselip nuansa emosional karena beberapa pemain senior diperkirakan akan meninggalkan klub pada akhir musim.

Inter memastikan gelar Serie A setelah tampil konsisten sepanjang musim di bawah arahan Cristian Chivu. Trofi liga menjadi semakin spesial karena mereka juga sukses menjuarai Coppa Italia beberapa hari sebelumnya usai menaklukkan Lazio di partai final. Kombinasi dua gelar domestik itu membuat musim ini menjadi salah satu periode terbaik Inter dalam beberapa tahun terakhir.

Perayaan besar digelar setelah laga kandang terakhir melawan Hellas Verona pada Minggu (17/5/2026). Meskipun pertandingan berakhir imbang 1-1, hasil tersebut tidak mengurangi euforia para pendukung yang memadati San Siro. Seusai pertandingan, para pemain menerima trofi Serie A sebelum melanjutkan pesta dengan parade bus terbuka keliling kota Milan.

Atmosfer emosional sudah terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Inter memberikan penghormatan khusus kepada legenda klub, Evaristo Beccalossi, yang meninggal dunia awal bulan ini. Ribuan suporter memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu ikon klub tersebut.

Di atas lapangan, Inter tampil dominan sejak menit awal. Lautaro Martinez dan Henrikh Mkhitaryan berkali-kali menciptakan peluang berbahaya ke gawang Verona. Namun, kiper Verona Lorenzo Montipo tampil impresif dan membuat sejumlah penyelamatan penting.

Gol yang dinanti pendukung tuan rumah akhirnya hadir pada awal babak kedua. Situasi sepak pojok berhasil dimanfaatkan Inter melalui sundulan Ange-Yoan Bonny yang kemudian mengenai pemain Verona, Andrias Edmundsson, sebelum masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat San Siro bergemuruh.

Pawai kemenangan Inter Milan di Lapangan Duomo, Milan, Italia, Minggu (17/5/2026). (REUTERS/Vincenzo Livieri)

Setelah unggul, Inter terus menekan untuk menambah gol. Lautaro Martinez nyaris menggandakan keunggulan lewat peluang emas di depan gawang, tetapi kembali digagalkan Montipo. Petar Sucic juga hampir mencatatkan namanya di papan skor pada akhir pertandingan, namun bola berhasil disapu tepat di garis gawang.

Saat kemenangan sudah di depan mata, Verona justru berhasil mencuri gol penyeimbang pada masa injury time. Kieron Bowie lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Yann Sommer dengan penyelesaian tenang. Gol tersebut membuat laga berakhir 1-1.

Walau gagal menang, hasil imbang itu sama sekali tidak merusak suasana pesta. Para pemain dan suporter tetap merayakan keberhasilan meraih double winner dengan penuh kegembiraan. Bagi Interisti, musim ini tetap menjadi pencapaian luar biasa yang pantas dikenang.

Namun di balik perayaan itu, muncul tanda-tanda bahwa skuad Inter akan mengalami perubahan besar pada musim depan. Sejumlah pemain veteran diperkirakan bakal meninggalkan klub setelah kontrak mereka berakhir pada Juni mendatang.

Nama pertama yang paling disorot adalah Yann Sommer. Kiper veteran asal Swiss tersebut menjadi salah satu pemain penting Inter dalam tiga musim terakhir dengan total 139 penampilan. Meski masih tampil cukup konsisten, usia Sommer yang sudah menginjak 37 tahun membuat masa depannya mulai dipertanyakan.

Selain Sommer, tiga bek senior Inter juga berada dalam situasi serupa. Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij dikabarkan tidak akan masuk dalam rencana tim musim depan. Ketiganya merupakan sosok berpengalaman yang berperan penting dalam perjalanan Inter meraih berbagai trofi dalam beberapa musim terakhir.

Kepergian para pemain senior tersebut menandai kemungkinan dimulainya regenerasi skuad Nerazzurri. Inter tampaknya mulai menyiapkan fondasi baru dengan mengandalkan pemain yang lebih muda demi menjaga daya saing klub di level domestik maupun Eropa.

Situasi serupa juga dialami Henrikh Mkhitaryan. Gelandang asal Armenia itu belum memastikan apakah akan melanjutkan karier atau memilih pensiun pada akhir musim. Dalam wawancara dengan media Italia, Mkhitaryan mengaku masih mempertimbangkan masa depannya dan akan berdiskusi dengan pihak klub dalam beberapa hari ke depan.

Mkhitaryan menjadi salah satu pemain senior yang cukup berpengaruh di lini tengah Inter. Pengalaman dan visi bermainnya membantu Nerazzurri tampil stabil sepanjang musim. Jika benar pensiun, maka Inter akan kehilangan salah satu gelandang paling berpengalaman di skuad mereka.

Tak hanya pemain veteran, beberapa nama lain juga dikabarkan berpotensi hengkang. Denzel Dumfries disebut bisa meninggalkan klub karena memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya. Bek sayap asal Belanda itu diminati sejumlah klub besar Eropa berkat performa impresifnya bersama Inter.

Selain Dumfries, Davide Frattesi juga berpeluang dijual setelah minim mendapatkan menit bermain musim ini. Padahal, Frattesi sempat digadang-gadang menjadi salah satu gelandang masa depan Italia. Namun ketatnya persaingan di lini tengah membuatnya kesulitan menjadi pilihan utama.

Meski berpotensi kehilangan sejumlah pemain, Inter diyakini tetap memiliki fondasi kuat untuk musim depan. Lautaro Martinez dipastikan masih menjadi pemimpin lini depan bersama Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito. Ketiganya diharapkan menjadi tumpuan produktivitas gol Inter pada musim mendatang.

Di lini tengah, Nicolo Barella masih akan menjadi motor permainan Nerazzurri. Gelandang Timnas Italia itu tampil konsisten dan menjadi salah satu pemain paling penting dalam keberhasilan Inter meraih dua gelar musim ini. Selain Barella, Petar Sucic dan Piotr Zielinski juga diprediksi tetap bertahan.

Hakan Calhanoglu yang sempat dikaitkan dengan Galatasaray juga disebut tidak memiliki keinginan meninggalkan Inter. Kehadirannya masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan permainan tim.

Dengan kombinasi pemain senior yang masih bertahan dan regenerasi skuad yang mulai dilakukan, Inter Milan tampaknya sedang bersiap membangun era baru. Tantangan terbesar mereka adalah mempertahankan dominasi di Italia sekaligus bersaing lebih jauh di Liga Champions musim depan.

Musim 2025/2026 akan dikenang sebagai salah satu musim terbaik bagi Inter Milan. Gelar Serie A dan Coppa Italia menjadi bukti keberhasilan proyek tim yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Namun lebih dari sekadar trofi, musim ini juga menjadi simbol transisi penting menuju masa depan baru Nerazzurri.

Perpisahan dengan sejumlah pemain senior mungkin akan menghadirkan kesedihan bagi para suporter. Akan tetapi, setiap akhir dari sebuah era selalu membuka jalan bagi lahirnya generasi baru yang siap melanjutkan kejayaan Inter Milan di masa mendatang.