MADRID, Spanyol—Suasana di kompleks latihan Real Madrid, Valdebebas, dilaporkan sedang diselimuti ketegangan. Kabar keretakan antara pemain-pemain inti Real Madrid dengan pelatih kepala, Xabi Alonso, semakin nyaring terdengar dalam beberapa pekan terakhir. Desas-desus ini, yang awalnya hanya bisikan internal, kini menjadi headline utama media-media olahraga Spanyol, menandakan adanya krisis kepercayaan yang serius di jantung tim Los Blancos.
Dirangkum dari laporan investigasi Marca dan AS, sumber masalah utama keretakan ini berakar pada metode latihan Xabi Alonso yang dinilai para pemain senior terlalu intens, berat, dan rawan memicu cedera. Dalam sepak bola modern, manajemen beban latihan (load management) adalah kunci, terutama bagi tim yang berkompetisi di berbagai front seperti Real Madrid. Para pemain dikabarkan merasa kelelahan fisik yang berlebihan, yang diduga menjadi salah satu faktor penurunan performa dan serangkaian hasil buruk baru-baru ini.
Lebih jauh, Alonso dinilai menerapkan kontrol yang sangat ketat dan otoriter di luar lapangan, terutama terkait urusan pribadi pemain. Salah satu aturan barunya yang memicu kegerahan adalah larangan bagi keluarga atau kerabat untuk datang ke tempat latihan, sebuah tradisi yang sudah lama berjalan di era pelatih sebelumnya, termasuk Carlo Ancelotti dan bahkan Zinedine Zidane. Kebijakan ini dianggap terlalu kaku dan mengurangi ikatan kekeluargaan yang selama ini menjadi ciri khas Real Madrid.
📉 Catatan Suram yang Memperburuk Posisi Alonso
Posisi Xabi Alonso di kursi panas Real Madrid kini benar-benar berada di ujung tanduk. Penurunan performa tim dalam beberapa pekan terakhir menjadi pembenaran terkuat bagi para pengkritiknya. Setelah menikmati awal musim yang cemerlang, Madrid tiba-tiba memasuki periode suram, mencatatkan hasil tanpa kemenangan di tiga laga terakhir di semua kompetisi.
Tiga Dosa Besar Alonso:
- Kekalahan di Liga Champions: Dipermalukan 0-1 oleh Liverpool di Anfield dalam lanjutan fase grup Liga Champions, sebuah hasil yang tidak hanya merusak rekor, tetapi juga mempertanyakan kesiapan taktis tim di laga besar Eropa.
- Dua Hasil Imbang di LaLiga: Gagal meraih poin penuh dalam dua laga LaLiga terakhir, membuat jarak dengan pemuncak klasemen semakin melebar. Hasil ini menciptakan keraguan serius tentang kemampuan tim menjaga konsistensi di liga domestik.
Kegagalan meraih kemenangan di tiga laga krusial ini—meskipun masih berada di posisi yang kompetitif—dianggap tidak dapat diterima oleh standar tinggi yang ditetapkan oleh Florentino Pérez dan dewan direksi Real Madrid.
đź‘‘ Panggilan Darurat untuk ‘Zizou’: Rumor Paling Populer
Di tengah spekulasi mengenai nasib Alonso, rumor paling kencang yang beredar di Madrid adalah rencana klub untuk membawa pulang Zinedine Zidane. Kabar paling terbaru menyebutkan bahwa manajemen Real Madrid sedang mempertimbangkan secara serius untuk mencopot Xabi Alonso pada akhir musim 2025/2026 jika situasi tidak membaik, dan nama Zidane menjadi kandidat pengganti utama.
Meskipun Zidane diketahui memiliki target ambisius untuk melatih Timnas Prancis setelah gelaran Piala Dunia 2026, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) hingga saat ini masih bungkam dan belum memberikan kepastian. Ketidakpastian inilah yang membuka celah bagi Real Madrid untuk melakukan manuver.
Zinedine Zidane adalah sosok yang dihormati dan dicintai di Santiago Bernabéu. Reputasinya sebagai legenda klub—baik sebagai pemain maupun pelatih—memberinya otoritas instan di ruang ganti. Dua periode kepelatihannya (2016-2018 dan 2019-2021) menghasilkan warisan yang sulit disaingi: 11 trofi mayor, termasuk pencapaian bersejarah tiga kali menjuarai Liga Champions berturut-turut (dari 2016 hingga 2018).

Kepulangan Zidane dianggap sebagai solusi instan untuk:
- Menenangkan Ruang Ganti: Pendekatan Zidane yang lebih lembut dan personal diyakini dapat meredam ketidakpuasan para pemain senior.
- Mengembalikan Aura Juara: Kehadiran ‘Zizou’ membawa mentalitas pemenang yang tak tertandingi di kompetisi Eropa.
- Stabilitas Jangka Pendek: Memberikan waktu bagi klub untuk mencari pengganti jangka panjang yang benar-benar cocok, tanpa perlu mengambil risiko dengan pelatih yang belum teruji.
Keputusan akhir mungkin akan bergantung pada hasil pertandingan Madrid hingga jeda musim dingin. Jika hasil buruk terus berlanjut, pemecatan Alonso bisa terjadi lebih cepat. Namun, jika Alonso berhasil membalikkan keadaan dalam beberapa laga ke depan, khususnya di Liga Champions, ia mungkin mendapatkan penangguhan hukuman. Namun satu hal pasti: bayangan Zidane di Bernabéu terasa semakin nyata, seperti deja vu yang selalu menjadi penyelamat klub raksasa ini di masa krisis.
