LA PAZ – Sebuah misi rutin pengiriman logistik keuangan berakhir menjadi malapetaka mematikan di dataran tinggi Bolivia. Pada Jumat malam, 27 Februari 2026, sebuah pesawat kargo militer jenis C-130 Hercules milik Angkatan Udara Bolivia mengalami kecelakaan fatal saat mencoba mendarat di Bandara Internasional El Alto, yang mengakibatkan belasan nyawa melayang dan kekacauan di jalur transportasi utama negara tersebut.
Detik-Detik Kecelakaan di Jalur Tol
Pesawat yang terbang dari kota Santa Cruz tersebut dijadwalkan mendarat pada pukul 18.20 waktu setempat (22.20 GMT). Namun, alih-alih berhenti dengan sempurna di landasan pacu, burung besi raksasa ini kehilangan kendali, meluncur keluar lintasan, dan menghantam pagar pembatas hingga masuk ke area jalan raya yang padat kendaraan.
Hantaman keras tersebut tak terelakkan. Pesawat menabrak sejumlah mobil yang tengah melintas di jalan tol terdekat, menciptakan pemandangan mengerikan dengan puing-puing kendaraan yang hancur tertindih badan pesawat. Laporan terbaru dari otoritas kesehatan dan dilansir oleh BBC mengonfirmasi bahwa sedikitnya 11 orang dinyatakan tewas dalam tragedi ini, baik dari kru pesawat maupun pengendara sipil.
Seorang kerabat korban menceritakan momen horor tersebut kepada Reuters. “Adik saya sedang mengemudi ketika tiba-tiba bayangan besar menimpa mobilnya. Ban pesawat menghantam bagian atas kendaraannya dan mengenai kepalanya. Kami harus bergegas membawanya ke rumah sakit dalam kondisi kritis,” ujarnya dengan nada gemetar.
Baca Juga
Fenomena “Hujan Uang” dan Aksi Penjarahan
Yang membuat kecelakaan ini semakin dramatis adalah muatan yang dibawa oleh sang Hercules. Pesawat tersebut diketahui tengah mengangkut stok uang kertas baru dalam jumlah besar yang rencananya akan disetorkan ke Bank Sentral Bolivia di La Paz.
Akibat benturan keras yang merobek lambung pesawat, ribuan lembar uang kertas berhamburan ke aspal dan area sekitar lokasi kejadian. Di tengah kepulan asap dan upaya evakuasi korban, laporan media lokal menyebutkan adanya pemandangan kontradiktif: sejumlah warga justru mendekat bukan untuk menolong, melainkan mencoba memunguti uang kertas yang berserakan.
Kondisi ini memaksa aparat keamanan untuk bertindak represif guna mengamankan lokasi dari aksi penjarahan yang dapat mengganggu proses penyelamatan korban yang masih terjepit di bawah reruntuhan.
Peringatan Pemerintah: “Uang Tanpa Nilai”
Merespons aksi warga yang mencoba mengambil uang tersebut, Kementerian Pertahanan Bolivia mengeluarkan pernyataan darurat yang cukup mengejutkan. Pemerintah menegaskan bahwa tumpukan uang kertas yang dibawa pesawat tersebut belum sah secara hukum untuk digunakan.
“Uang kertas yang diangkut tersebut belum memiliki nilai tukar atau daya beli sama sekali karena belum melewati proses otorisasi akhir di Bank Sentral. Mengumpulkan atau mencoba menggunakannya adalah tindakan kriminal dan sia-sia,” tegas pihak kementerian dalam rilis resminya.
Pemerintah meminta masyarakat untuk menjauh dari radius kecelakaan dan membiarkan tim medis serta otoritas penerbangan bekerja. Penggunaan uang tersebut di toko atau bank manapun akan langsung terdeteksi sebagai tindakan ilegal karena nomor seri yang belum terdaftar dalam sistem peredaran aktif.
Investigasi dan Dampak Transportasi
Pasca-insiden, Bandara Internasional El Alto—salah satu bandara tertinggi di dunia—terpaksa ditutup total untuk sementara waktu. Penutupan ini dilakukan guna memberikan ruang bagi tim investigasi untuk mengumpulkan bukti serta membersihkan puing-puing pesawat yang melintang di jalur akses utama bandara.
Penyebab pasti mengapa pesawat jenis C-130 yang dikenal tangguh ini bisa tergelincir masih menjadi misteri. Tim ahli dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Bolivia kini tengah meneliti beberapa faktor kemungkinan:
- Kondisi Cuaca: Tekanan udara rendah di ketinggian El Alto seringkali menjadi tantangan teknis bagi pendaratan pesawat berat.
- Kegagalan Mekanis: Fokus pada sistem pengereman (braking system) dan roda pendaratan.
- Human Error: Pemeriksaan terhadap komunikasi antara pilot dan menara pengawas sebelum insiden terjadi.
Kesimpulan: Duka di Balik Lembaran Kertas
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang risiko tinggi dalam operasional logistik militer. Di balik fenomena “hujan uang” yang sempat menggoda segelintir warga, terdapat 11 keluarga yang kini tengah berduka kehilangan orang terkasih. Pemerintah Bolivia berjanji akan memberikan santunan bagi korban sipil yang terdampak dan melakukan audit menyeluruh terhadap protokol pengiriman uang melalui jalur udara militer.
Saat ini, lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh polisi militer. Bau bahan bakar pesawat masih tercium tajam di udara El Alto, sementara alat berat terus bekerja mengevakuasi badan Hercules yang kini tinggal puing-puing tak bernyawa.
