TURIN – Juventus harus rela membuang peluang emas untuk merangsek ke papan atas klasemen Serie A setelah ditahan imbang oleh tim papan bawah, Lecce, dengan skor 1-1. Laga yang berlangsung di Allianz Stadium pada Minggu (4/1/2026) dini hari WIB ini menjadi panggung kegemilangan kiper tim tamu, Wladimiro Falcone, sekaligus malam yang ingin segera dilupakan oleh bomber anyar Bianconeri, Jonathan David.
Hasil imbang ini membuat Juventus tertahan di posisi kelima klasemen dengan koleksi 33 poin dari 18 pertandingan. Sementara bagi Lecce, satu poin dari Turin adalah harta karun berharga yang membawa mereka duduk di peringkat ke-16 dengan 17 poin.

Dominasi Tanpa Solusi di Babak Pertama
Sejak peluit pertama ditiup, Juventus langsung mengurung pertahanan Lecce. Baru tiga menit berjalan, Andrea Cambiaso sudah memberikan ancaman serius, namun kesigapan Wladimiro Falcone di bawah mistar gawang Lecce mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan menjadi mimpi buruk tuan rumah.
Empat menit kemudian, giliran Jonathan David yang mencoba peruntungannya melalui sundulan tajam. Namun, Falcone kembali melakukan penyelamatan heroik. Juventus terus membombardir lewat aksi Kenan Yildiz dan Filip Kostic dari sisi sayap, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru dan pertahanan gerendel Lecce membuat skor kaca mata bertahan cukup lama.
Petaka bagi publik Turin justru datang di masa injury time babak pertama (45+1′). Berawal dari kecerobohan Andrea Cambiaso yang salah melakukan operan di area berbahaya, bola berhasil direbut oleh Lameck Banda. Pemain asal Zambia tersebut melakukan akselerasi cepat dan melepaskan tembakan roket ke pojok kiri atas gawang Michele Di Gregorio. Allianz Stadium terdiam, Lecce unggul 1-0 saat turun minum.
Kebangkitan Singkat dan Momentum McKennie
Memasuki babak kedua, Juventus melakukan perubahan taktis untuk meningkatkan daya dobrak. Hasilnya instan. Pada menit ke-49, sebuah kemelut terjadi di depan gawang Lecce bermula dari tembakan Kenan Yildiz yang diblok pemain bertahan. Bola liar jatuh tepat di hadapan Weston McKennie. Gelandang asal Amerika Serikat tersebut dengan dingin menceploskan bola untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut seolah menjadi sinyal bahwa Juventus akan membalikkan keadaan. Stadion kembali bergemuruh, dan serangan Bianconeri mengalir kencang bagaikan air bah.
Baca Juga:
Malam Kelabu Jonathan David: Drama Menit ke-66
Momen krusial pertandingan terjadi pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah gelandang Lecce, Mohamed Kaba, melakukan pelanggaran handball di dalam kotak terlarang. Jonathan David, yang diharapkan menjadi pahlawan kemenangan, maju sebagai eksekutor.
Namun, tekanan sepertinya menghantui sang striker. Tembakannya yang mengarah ke sisi kanan berhasil dibaca dengan sempurna oleh Falcone. Kegagalan penalti ini meruntuhkan mentalitas serangan Juventus dan justru memberikan napas tambahan bagi para pemain Lecce. Meski David mencoba menebus kesalahannya lewat upaya di menit ke-89, Falcone lagi-lagi mementahkan peluang tersebut.
Statistik Kunci: Falcone vs Dunia
| Statistik Pertandingan | Juventus | Lecce |
| Penguasaan Bola | 64% | 36% |
| Total Tembakan | 19 | 7 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 8 | 2 |
| Penyelamatan Kiper | 1 | 7 |
| Tendangan Sudut | 11 | 3 |
Angka 7 penyelamatan yang dilakukan Wladimiro Falcone menjadi bukti sahih mengapa Juventus gagal mengamankan poin penuh. Efisiensi serangan menjadi masalah utama bagi tim asuhan pelatih Juventus musim ini, di mana banyak peluang bersih yang terbuang percuma.
Evaluasi dan Dampak di Klasemen
Kekecewaan terpancar jelas dari wajah para pemain Juventus saat peluit panjang dibunyikan. Gagal menang di kandang melawan tim peringkat ke-16 adalah pukulan telak bagi ambisi mereka mengejar Inter Milan dan AC Milan di puncak klasemen.
Kesalahan operan dari Cambiaso yang berujung gol Banda menunjukkan bahwa konsentrasi di lini belakang masih menjadi isu yang belum terselesaikan. Di sisi lain, Jonathan David kini menanggung beban moral karena kegagalan penaltinya berakibat pada hilangnya dua poin krusial.
Bagi Lecce, hasil ini adalah bukti bahwa strategi defensif yang disiplin ditambah performa kiper kelas dunia bisa meredam tim bertabur bintang. Mereka pulang ke Puglia dengan kepala tegak, siap menghadapi sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi.
Juventus harus segera melakukan evaluasi total sebelum laga pekan depan. Fokus pada penyelesaian akhir dan koordinasi lini tengah akan menjadi menu utama latihan. Sementara itu, bursa transfer musim dingin yang sedang berjalan mungkin akan menjadi opsi bagi manajemen untuk menambah kedalaman skuad di lini depan guna membantu beban Jonathan David.
Kasta tertinggi sepak bola Italia kembali menunjukkan bahwa di Serie A, tidak ada pertandingan yang mudah, dan dominasi di atas kertas tidak pernah menjamin tiga poin di atas lapangan hijau.
