KUWAIT CITY – Rivalitas abadi sepak bola Prancis, yang dikenal dengan sebutan Le Classique, akan kembali membara di panggung internasional. Kali ini, bukan Paris maupun Marseille yang menjadi saksi, melainkan Jaber Al-Ahmad International Stadium di Kuwait City. Dua raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique de Marseille (OM), akan beradu taktik demi mengangkat trofi perdana mereka di tahun ini, yaitu Trophée des Champions atau Piala Super Prancis 2026.

Pertandingan final yang sangat dinanti ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 01.00 WIB (atau Kamis malam waktu setempat).

Pertaruhan Gengsi di Timur Tengah

Pemilihan Kuwait sebagai tuan rumah menjadikannya negara ke-10 yang menyelenggarakan ajang ini di luar Prancis sejak tradisi laga tandang dimulai pada tahun 2009. Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad yang berkapasitas 60.000 penonton diprediksi akan penuh sesak oleh penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan langsung bentrokan dua filosofi kepelatihan terbaik Eropa saat ini: Luis Enrique di kubu Paris dan Roberto De Zerbi yang memimpin kebangkitan Marseille.

Realitas pertandingan ini menjadi semakin menarik mengingat status kedua tim di musim lalu. PSG melaju ke ajang ini setelah sukses mengawinkan gelar juara Ligue 1 dan pemenang Coupe de France. Sesuai regulasi, karena PSG memenangi kedua kompetisi tersebut, maka Marseille sebagai runner-up Ligue 1 berhak menjadi penantang di partai final ini.

Baca Juga:

Matheus Cunha Selamatkan Wajah Manchester United dari Terkaman Leeds

Misi Balas Dendam Les Parisiens

Meski PSG sering mendominasi kompetisi domestik, mereka membawa misi penebusan dosa dalam laga kali ini. Pada pertemuan terakhir kedua tim di ajang Ligue 1 September 2025 lalu, Marseille berhasil mengejutkan publik dengan kemenangan tipis 1-0 di Stade Vélodrome. Gol tunggal dari bek Nayef Aguerd saat itu mengakhiri catatan impresif awal musim tim asuhan Luis Enrique.

“Kami sangat menantikan pertandingan ini. Setelah memenangkan laga pembuka tahun 2026 di liga, fokus kami sepenuhnya adalah membawa trofi ini pulang ke Paris,” ujar Enrique dalam konferensi persnya. PSG memang sedang dalam tren positif dengan lima pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi.

Strategi De Zerbi dan Kondisi Skuad

Di sisi lain, Roberto De Zerbi memiliki ambisi besar untuk melengserkan dominasi PSG. Pelatih asal Italia ini telah membawa perubahan signifikan bagi Marseille sejak kedatangannya. Meski begitu, De Zerbi harus memutar otak karena beberapa pilar utamanya dipastikan absen. Arthur Vermeeren dan Bilal Nadir tidak bisa tampil karena sanksi kartu merah, sementara Valentin Rongier masih berkutat dengan cedera lutut.

Kabar baik bagi pendukung Les Phocéens adalah pulihnya penyerang Amine Gouiri yang siap menjadi ancaman bagi lini pertahanan PSG yang kemungkinan masih tanpa Lucas Hernandez dan Nuno Mendes.

Data dan Fakta Pertandingan

  • Venue: Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City.
  • Waktu: Jumat, 9 Januari 2026, pukul 01.00 WIB.
  • Wasit: Thomas Léonard (Prancis).
  • Status Pertandingan: Final (Satu leg).

Secara taktis, duel ini akan menjadi adu mekanik yang kontras. Luis Enrique diprediksi akan tetap setia dengan gaya penguasaan bola dominan dan pressing tinggi, mengandalkan kreativitas Vitinha dan Warren Zaïre-Emery di lini tengah. Tanpa Achraf Hakimi yang absen, peran Zaïre-Emery akan sangat krusial dalam menjaga keseimbangan transisi.

Sementara itu, Marseille di bawah De Zerbi kemungkinan besar akan menunggu momentum untuk melepaskan serangan balik cepat lewat Mason Greenwood dan Amine Gouiri. Mengingat intensitas tinggi Le Classique, wasit Thomas Léonard diperkirakan akan sibuk sepanjang laga, mengingat sejarah pertemuan kedua tim yang sering diwarnai gesekan fisik dan drama kartu.

Siapakah yang akan mengangkat trofi pertama di tahun 2026? Akankah kemewahan skuad PSG kembali berjaya, ataukah semangat juang Marseille sanggup menghadirkan kejutan di padang pasir Kuwait?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *