Pertandingan dramatis kembali tersaji di panggung tertinggi sepak bola Eropa. Stadion kebanggaan publik Tyneside, St. James’ Park, menjadi saksi bisu keperkasaan tuan rumah Newcastle United yang sukses membungkam perlawanan sengit wakil Azerbaijan, Qarabag FK, dengan skor tipis 3-2 pada Rabu dini hari (25/2/2026). Meski hanya menang satu gol di leg kedua ini, The Magpies berhak melaju mulus ke babak 16 besar Liga Champions UEFA dengan keunggulan agregat mencolok 9-3.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai jalannya laga yang memastikan tiket sejarah bagi pasukan Eddie Howe.
Badai Kilat di Awal Laga
Newcastle United memulai pertandingan dengan intensitas yang luar biasa tinggi, seolah ingin segera menghabisi harapan tim tamu yang datang dengan defisit gol besar dari leg pertama. Hanya dalam waktu enam menit, publik tuan rumah sudah bersorak dua kali.
- Menit ke-4 (Sandro Tonali): Sang gelandang asal Italia, Sandro Tonali, membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Dan Burn yang sempat ditepis kiper Qarabag. Ini merupakan gol yang kian menegaskan performa impresif Tonali di lini tengah Newcastle.
- Menit ke-6 (Joelinton): Belum sempat Qarabag bernapas, Newcastle kembali menghukum pertahanan mereka. Melalui skema serangan balik cepat, Harvey Barnes mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan dengan tendangan voli berkelas oleh Joelinton. Skor 2-0 ini praktis membuat agregat menjadi 8-1, sebuah gunung yang mustahil didaki oleh Qarabag.
Baca Juga
Diplomasi “Baret Biru” di Jantung Gaza: Indonesia dan Lompatan Strategis 8.000 Prajurit
Perlawanan Sengit Sang “Horsemen”
Meski tertinggal jauh, Qarabag menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Memasuki babak kedua, mereka mencoba keluar dari tekanan dan berhasil mencuri gol di menit ke-50 melalui aksi penyerang asal Kolombia, Camilo Duran. Tendangan keras Duran dari dalam kotak penalti gagal dibendung oleh Aaron Ramsdale, mengubah skor menjadi 2-1.
Newcastle langsung merespons dengan cepat. Hanya berselang dua menit, tepatnya pada menit ke-52, bek tangguh Sven Botman merestorasi keunggulan dua gol tuan rumah melalui sundulan maut memanfaatkan umpan sepak pojok presisi dari Kieran Trippier.
Drama belum berakhir. Pada menit ke-57, wasit memberikan hadiah penalti kepada Qarabag setelah Dan Burn melakukan pelanggaran handball di area terlarang. Meski eksekusi penalti Marko Jankovic berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ramsdale, bola muntah segera disambar oleh Elvin Cafarguliyev untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.
Statistik dan Dominasi
Newcastle United benar-benar menunjukkan kelas mereka sebagai tim papan atas Liga Inggris. Sepanjang pertandingan, mereka menguasai jalannya laga dengan sirkulasi umpan yang sangat rapi.
- Umpan: Newcastle mencatatkan 584 operan dengan akurasi mencapai 90%.
- Agresivitas: Tuan rumah melepaskan total tembakan yang jauh mengungguli lawan, meskipun Qarabag sempat memberikan ancaman balik melalui 11 tembakan.
- Rekor: Dengan total agregat 9 gol, Newcastle menjadi salah satu tim Inggris paling subur dalam satu fase gugur Liga Champions. Sebaliknya, Qarabag mencatatkan rekor pahit dengan total kebobolan 30 gol dalam satu musim kompetisi UCL.
Menatap Raksasa di 16 Besar
Manajer Newcastle, Eddie Howe, mengakui bahwa setelah unggul 2-0 terlalu cepat, intensitas timnya sedikit menurun. Namun, ia sangat bangga dengan pencapaian timnya yang untuk pertama kalinya melaju ke fase gugur dalam format modern Liga Champions.
Kemenangan ini memastikan Newcastle bergabung dengan lima wakil Inggris lainnya di babak 16 besar. Sesuai jadwal, undian (drawing) babak 16 besar akan dilakukan pada Jumat (27/2/2026). Berdasarkan skema yang ada, Newcastle berpotensi menghadapi lawan tangguh seperti Barcelona atau raksasa Inggris lainnya, Chelsea.
“Siapa saja lawannya, kami siap menghadapi tantangan tersebut,” ujar Jacob Murphy dengan penuh percaya diri setelah laga usai.
Newcastle United kini bukan lagi sekadar pelengkap di kompetisi Eropa. Dengan ketajaman lini serang dan kedalaman skuad yang mumpuni, The Magpies siap terbang lebih tinggi dan menantang kemapanan klub-klub elit benua biru di babak selanjutnya.
