Dunia filantropi dan teknologi kembali diguncang oleh narasi kelam yang menghubungkan pendiri Microsoft, Bill Gates, dengan sosok kontroversial Jeffrey Epstein. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang emosional di podcast Wild Card milik NPR, Melinda French Gates memberikan pernyataan tegas yang mengisyaratkan bahwa dirinya tidak lagi bersedia menjadi “tameng” atau juru bicara bagi masa lalu mantan suaminya.
Melinda menekankan bahwa publik berhak mendapatkan jawaban langsung dari Bill Gates terkait sejauh mana hubungan mereka terjalin di masa lalu. “Pertanyaan apa pun yang tersisa tentang apa yang tidak saya ketahui, bahkan tidak dapat saya ketahui semuanya, pertanyaan-pertanyaan itu untuk orang-orang itu dan bahkan untuk mantan suami saya,” ujar Melinda dengan nada tenang namun tegas pada Rabu (4/2/2026).
Luka Emosional dan Memori Menyakitkan
Bagi Melinda, kemunculan detail-detail baru dalam dokumen hukum terkait Epstein bukan sekadar berita selebriti, melainkan pemicu trauma personal. Ia mengungkapkan betapa hancurnya perasaan dia saat membaca rincian mengenai gadis-gadis muda yang menjadi korban Epstein, mengingat ia sendiri adalah seorang ibu dengan putri-putri yang pernah berada di usia yang sama.
“Ini sangat memilukan. Saya ingat saat saya seusia gadis-gadis itu. Setiap kali detail itu muncul, ia membawa kembali kenangan akan masa-masa yang sangat menyakitkan dalam pernikahan saya,” tambahnya. Pengakuan ini memperkuat spekulasi yang telah lama beredar bahwa hubungan Bill dengan Epstein merupakan salah satu faktor utama yang meretakkan rumah tangga mereka hingga berakhir dengan perceraian pada tahun 2021.

Dokumen Baru: Tuduhan Infeksi Menular Seksual (IMS)
Pemicu utama kembalinya isu ini ke permukaan adalah rilis draf email rahasia yang diduga ditulis oleh Epstein kepada dirinya sendiri, yang baru saja dibuka untuk publik pekan lalu. Isi dokumen tersebut sangat mengejutkan dan menyerang privasi paling dalam dari keluarga Gates.
Dalam salah satu draf pesan tertanggal 18 Juli 2013, Epstein melontarkan tuduhan provokatif. Ia menyebut bahwa Bill Gates pernah tertular infeksi menular seksual (IMS) dari perempuan di Rusia. Lebih jauh lagi, Epstein mengklaim bahwa Bill pernah memohon dengan sangat agar email-email terkait kondisi medisnya dihapus.
Yang paling kontroversial adalah klaim Epstein bahwa Bill meminta bantuan antibiotik secara diam-diam agar bisa diberikan kepada Melinda tanpa memicu kecurigaan. Tuduhan ini, meski belum terbukti secara hukum, memberikan gambaran betapa toksiknya dinamika yang diduga terjadi antara Epstein dan Gates pada masa itu.
Bantahan Keras dari Kubu Bill Gates
Merespons bola panas yang terus bergulir, juru bicara Bill Gates segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam spekulasi. Pihak Gates menegaskan bahwa klaim yang tertuang dalam email-email Epstein adalah murni karangan dan bentuk fitnah dari seseorang yang merasa frustrasi.
“Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates,” ujar juru bicara tersebut. Mereka bersikeras bahwa Epstein sengaja menciptakan narasi bohong sebagai upaya untuk memeras atau merusak reputasi Bill Gates setelah usahanya untuk menjalin kerja sama filantropi gagal.
Hingga hari ini, penting untuk dicatat bahwa secara hukum, Bill Gates tidak pernah dituduh melakukan kejahatan seksual atau pelanggaran hukum pidana apa pun yang terkait langsung dengan aktivitas kriminal Epstein.
Analisis: Dampak Terhadap Reputasi Global
Skandal ini muncul di saat Bill Gates sedang aktif mengampanyekan berbagai isu global melalui yayasannya. Meski kontribusi sosialnya sangat masif, bayang-bayang Epstein tampaknya menjadi “cacat” permanen dalam catatan sejarahnya yang sulit dihapus oleh waktu.
Bagi Melinda, langkah untuk menjaga jarak secara publik adalah bagian dari upayanya membangun identitas baru sebagai filantropis mandiri pasca-perceraian. Dengan melempar tanggung jawab jawaban kepada Bill, Melinda secara efektif menutup babak keterlibatannya dalam pusaran skandal tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik gemerlap kekayaan dan pengaruh global, terdapat isu akuntabilitas moral yang selalu dituntut oleh publik. Pertanyaannya kini adalah: akankah Bill Gates memberikan penjelasan mendetail seperti yang disarankan oleh Melinda, atau tetap memilih bungkam di balik pernyataan juru bicaranya?
