BOLOGNA – Stadion Renato Dall’Ara menjadi saksi bisu betapa frustrasinya barisan penyerang Bologna saat menjamu Sassuolo pada giornata ke-17 Serie A, Senin (29/12/2025) dini hari WIB. Di balik hasil imbang 1-1 yang diraih I Neroverdi, ada satu cerita besar yang kini menjadi buah bibir di Italia: lahirnya duet bek tengah paling menjanjikan musim ini, Jay Idzes dan Tarik Muharemovic.
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Mantan bek timnas Italia yang memenangkan Piala Dunia 2006 itu tahu betul apa artinya memiliki pertahanan yang solid. Baginya, Idzes dan Muharemovic bukan sekadar pemain belakang, melainkan fondasi utama dari kebangkitan Sassuolo di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Penyelamatan Garis Gawang yang Dramatis
Pertandingan berjalan intens sejak peluit pertama. Bologna, yang didukung ribuan pendukung fanatiknya, tampil dominan dengan menguasai 56 persen penguasaan bola. Sebanyak 16 tembakan dilepaskan ke arah pertahanan Sassuolo, di mana lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, statistik mentereng itu seolah membentur tembok baja.
Momen paling krusial terjadi di babak pertama. Sebuah skema serangan balik cepat dari Bologna berhasil mengecoh kiper Sassuolo. Bola bergulir pelan menuju gawang yang sudah kosong dan hampir saja mengubah skor. Namun, dengan kecepatan dan pembacaan posisi yang luar biasa, Jay Idzes muncul dari “negri antah berantah”. Kapten Timnas Indonesia itu melakukan sapuan bola tepat di atas garis gawang.
Aksi heroik ini tidak hanya mencegah gol, tetapi juga membakar semangat rekan-rekan setimnya. Idzes, yang bergabung pada musim panas 2025, sekali lagi membuktikan bahwa keputusannya pindah ke Sassuolo adalah langkah besar bagi kariernya dan juga bagi citra pemain Asia di kompetisi elite Eropa.

Baca Juga:
Mentalitas Baja Arsenal: Badai Cedera Tak Menghalangi Langkah Meriam London
Muharemovic: Dari Penjaga Menjadi Pencetak Gol
Jika Idzes menjadi pahlawan di lini belakang, Tarik Muharemovic menjadi penyelamat di lini depan. Bek muda asal Bosnia dan Herzegovina ini melengkapi performa apiknya dengan mencetak gol penyeimbang melalui skema bola mati.
Berawal dari sepak pojok yang terukur, Muharemovic berhasil memenangkan duel udara melawan bek-bek Bologna yang bertubuh besar. Sundulan tajamnya bersarang ke pojok gawang, mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan sekaligus membungkam seisi stadion. Duet ini membuktikan bahwa mereka adalah ancaman nyata, baik saat bertahan maupun saat membantu penyerangan dalam situasi bola mati.
Pujian “Neapolitan Mastiff” dari Media Italia
Kehebatan duet ini mulai mendapatkan julukan unik dari media lokal. Sassuolonews melabeli Idzes dan Muharemovic sebagai duo “Neapolitan Mastiff”. Julukan ini merujuk pada ras anjing penjaga legendaris asal Italia yang dikenal memiliki postur tubuh besar, tenaga kuat, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan dalam menjaga wilayahnya.
“Poros tengah kami memainkan permainan tingkat atas. Tidak hanya kedua bek tengah, tetapi para gelandang dan Pinamonti juga bekerja luar biasa. Namun, ketika Anda memiliki poros belakang yang kuat, semuanya terasa lebih mudah untuk digerakkan ke depan,” ujar Fabio Grosso seperti dikutip dari Sassuolonews.
Grosso menekankan bahwa kehadiran Idzes memberikan ketenangan yang selama ini hilang dari skuad Sassuolo. Sebagai pemain yang memiliki pengalaman di kancah internasional bersama Indonesia, Idzes membawa kepemimpinan (leadership) yang membantu Muharemovic—yang lebih muda—untuk tampil lebih berani.
Evolusi Sassuolo di Bawah Fabio Grosso
Sassuolo pada musim 2025/2026 ini memang tampil berbeda. Setelah sempat mengalami masa transisi yang sulit, tangan dingin Fabio Grosso mulai terlihat hasilnya. Keputusan manajemen untuk mendatangkan Jay Idzes pada bursa transfer musim panas 2025 dianggap sebagai salah satu rekrutmen terbaik musim ini.
Berikut adalah beberapa faktor yang membuat duet Idzes-Muharemovic begitu tangguh:
- Komunikasi Tanpa Batas: Meski berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, keduanya tampak sangat sinkron dalam melakukan jebakan offside dan pembagian tugas penjagaan.
- Keunggulan Fisik: Keduanya memiliki tinggi badan di atas rata-rata, yang membuat Sassuolo sangat sulit ditembus melalui umpan-umpan lambung.
- Ketenangan dalam Membangun Serangan: Baik Idzes maupun Muharemovic tidak sekadar membuang bola. Mereka memiliki teknik operan yang baik untuk memulai serangan dari bawah (build-up play).
Dengan hasil imbang melawan tim kuat seperti Bologna, Sassuolo kini perlahan merangkak naik ke papan tengah klasemen Serie A. Target untuk bersaing di zona Eropa bukan lagi impian yang muluk jika tembok “Neapolitan Mastiff” tetap konsisten dan terhindar dari cedera.
Bagi pendukung sepak bola di Indonesia, performa Jay Idzes ini menjadi kebanggaan tersendiri. Melihat kapten timnas mereka bersaing dengan penyerang-penyerang top di Italia dan mendapatkan pujian dari legenda seperti Fabio Grosso adalah bukti bahwa talenta Indonesia mampu berbicara banyak di panggung dunia.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian konsistensi bagi duet maut ini. Namun satu yang pasti, kotak penalti Sassuolo kini bukan lagi tempat yang ramah bagi penyerang lawan selama Idzes dan Muharemovic berdiri di sana.
