JAKARTA – Ibu Kota kembali dipaksa berlutut di bawah guyuran hujan deras yang tak kunjung reda. Memasuki pergantian hari menuju Jumat (23/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Hingga pukul 00.00 WIB, jumlah wilayah yang terendam banjir meningkat drastis, mencakup 154 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan utama yang tersebar di lima wilayah kota administrasi.

Kombinasi antara curah hujan ekstrem dengan intensitas tinggi serta luapan sungai-sungai utama—seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Ciliwung—membuat sistem drainase kota bekerja melampaui kapasitasnya.


Peta Krisis: Jakarta Selatan dan Barat Jadi Titik Terparah

Data terbaru yang dirilis BPBD menunjukkan bahwa Jakarta Selatan dan Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling terdampak oleh “serbuan” air kali ini. Berikut adalah rincian peta sebaran banjir yang perlu diwaspadai warga:

1. Jakarta Selatan: Episentrum Luapan Kali Krukut

Sebanyak 55 RT di Jakarta Selatan tergenang. Wilayah Petogogan menjadi salah satu titik paling kritis dengan 26 RT yang terendam hingga ketinggian 50 cm. Selain itu, Kelurahan Cipulir mencatat rekor ketinggian air mencapai 90 cm, yang dipicu oleh luapan Kali Pesanggrahan yang mengamuk. Kawasan perkantoran di Kuningan Barat dan permukiman padat di Pela Mampang juga tidak luput dari rendaman air setinggi 40-50 cm.

2. Jakarta Barat: Rawa Buaya Capai 1,5 Meter

Kondisi di Jakarta Barat tak kalah mencekam dengan total 38 RT terdampak. Kelurahan Rawa Buaya kembali menjadi “langganan” banjir paling dalam dengan ketinggian air bervariasi antara 45 hingga 150 cm. Warga di Duri Kosambi dan Kedaung Kali Angke juga harus berjuang melawan air setinggi 80 cm akibat luapan Kali Angke yang meluber ke permukiman.

3. Jakarta Timur: Cipinang Melayu Kembali Terendam

Meskipun program normalisasi terus berjalan, luapan Kali PHB Sulaiman memaksa 19 RT di Kelurahan Cipinang Melayu terendam air hingga 90 cm. Secara total, terdapat 30 RT di Jakarta Timur yang terdampak, termasuk wilayah Kampung Melayu yang terendam hingga 1 meter akibat kiriman air dari hulu melalui Kali Ciliwung.

4. Jakarta Pusat dan Utara

Di pusat kota, Kelurahan Karet Tengsin mendominasi dengan 27 RT yang tergenang akibat curah hujan lokal yang sangat tinggi. Sementara itu, Jakarta Utara terpantau relatif lebih aman dengan hanya 2 RT di Kapuk Muara yang terendam setinggi 40 cm.


20 Jalur Utama Lumpuh: Daan Mogot hingga Rasuna Said

Banjir kali ini tidak hanya menyasar permukiman, tetapi juga memutus urat nadi transportasi Jakarta. Sebanyak 20 ruas jalan terdeteksi tergenang, yang berpotensi menyebabkan kemacetan parah dan kerusakan kendaraan jika dipaksakan melintas. Beberapa titik krusial di antaranya:

  • Jl. Strategi Raya & Jl. Basoka Raya (Joglo, Jakbar): Ketinggian air mencapai 65 cm, praktis tidak bisa dilewati kendaraan kecil.
  • Jl. Daan Mogot KM 13 (Cengkareng): Genangan 30 cm di depan pabrik gelas menghambat laju kendaraan logistik.
  • Jl. Terusan Rasuna Said (Kuningan): Akses utama perkantoran tergenang 20 cm.
  • Jl. Bintaro Permai Raya: Tergenang 30 cm, mengganggu akses warga menuju Tangerang Selatan.
  • Jl. Kebon Pala II (Makasar): Genangan mencapai 60 cm, mengisolasi akses warga setempat.

Respons Cepat BPBD dan Peringatan Cuaca

Kepala BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa seluruh personel gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Damkar, hingga petugas PPSU (“Pasukan Oranye”) telah dikerahkan ke lokasi-titik banjir. Fokus utama saat ini adalah percepatan penyedotan air menggunakan pompa stasioner maupun mobile pump.

“Kami terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk memastikan pompa bekerja maksimal. Target kami adalah genangan surut secepatnya begitu intensitas hujan mereda,” tulis keterangan resmi BPBD.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Mengingat prediksi BMKG yang menyebutkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga menjelang pagi hari, warga diminta untuk segera mengamankan dokumen berharga dan mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah.

Darurat Evakuasi

Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, evakuasi, atau ingin melaporkan genangan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan nomor tunggal kedaruratan di 112. Layanan ini beroperasi 24 jam dan bebas pulsa.

Kondisi Jakarta pada Jumat dini hari ini menjadi pengingat keras bahwa tantangan banjir masih menjadi “PR” besar bagi pemerintah daerah. Di tengah upaya mitigasi yang terus dilakukan, faktor alam berupa curah hujan ekstrem seringkali memberikan tekanan luar biasa pada kesiapan infrastruktur kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *