JAKARTA — Kepulauan Nusantara kembali menunjukkan aktivitas seismik yang tak pernah berhenti. Dalam kurun waktu satu hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua peristiwa gempa bumi signifikan yang melanda dua wilayah berbeda: daratan Jawa Barat dan perairan Sumatera Barat. Peristiwa ini menjadi pengingat akan posisi Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan otoritas terkait.

Cimahi Diguncang Gempa Dangkal yang Mengejutkan
Gempa pertama yang menarik perhatian pagi ini adalah guncangan dengan kekuatan relatif kecil namun sangat terasa karena lokasinya yang dangkal dan dekat dengan pemukiman padat.
Menurut laporan BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 2,2 dengan kedalaman yang sangat dangkal, hanya 8 kilometer. Kedalaman yang minim ini menjadi faktor utama mengapa guncangan terasa kuat meskipun magnitudonya tergolong kecil.
Pusat gempa atau episenternya berada di darat, terletak 12 kilometer timur laut Kota Cimahi, tepatnya pada koordinat titik 6,81^\circ Lintang Selatan (LS) dan 107,65^\circ Bujur Timur (BT).
Meskipun magnitudo kecil, dampak gempa ini dirasakan di beberapa wilayah yang berada di sekitar pusat gempa. Intensitas guncangan tercatat pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III di sejumlah daerah, termasuk Lembang, Cihideung, Parongpong, dan Dago.
Skala MMI II-III berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang, dan guncangan terasa seperti ada truk yang lewat. Guncangan dangkal di wilayah berpenduduk padat seperti Bandung Raya selalu menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kepanikan dan risiko kerusakan minor jika terjadi peningkatan magnitudo.
Dampak Sesar Aktif yang Perlu Diwaspadai
Aktivitas gempa di sekitar Cimahi dan Bandung Raya sering dikaitkan dengan keberadaan sistem sesar aktif, seperti Sesar Lembang yang membentang di utara Kota Bandung. Meskipun gempa M 2,2 kali ini belum tentu terkait langsung dengan pergerakan Sesar Lembang, keberadaan aktivitas seismik di daerah tersebut selalu menjadi peringatan bagi BMKG dan Pemerintah Daerah untuk terus memantau dan memperkuat mitigasi bencana.
Pesisir Selatan Dihantam Lindu Tengah Hari: Peringatan dari Laut Barat Sumatera
Belum usai dengan Cimahi, Indonesia kembali diguncang gempa pada siang harinya, tepat pukul 12:15:59 WIB. Kali ini, gempa terjadi di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera, tepatnya di Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Gempa ini memiliki kekuatan yang lebih besar, yakni Magnitudo 4,4, dengan kedalaman 25 kilometer. Meskipun magnitudo lebih besar, kedalaman yang lebih dalam (dibandingkan gempa Cimahi) dan lokasi di laut membuat dampaknya berbeda.
Episenter lindu ini berada di laut, berjarak 37 kilometer barat daya Pesisir Selatan, pada koordinat titik 2,09^\circLintang Selatan (LS) dan 100,60^\circ Bujur Timur (BT).
Lokasi gempa yang berada di zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia ini menunjukkan aktivitas rutin dari lempeng-lempeng tektonik yang terus bergerak.
Jangkauan dan Intensitas Guncangan
Guncangan dari gempa M 4,4ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas bervariasi:
- MMI II-III: Dirasakan di Tua Pejat (Kepulauan Mentawai) dan Solok Selatan.
- MMI III-IV: Dirasakan lebih kuat di Pesisir Selatan, pusat gempa terdekat.
Intensitas MMI III-IV di Pesisir Selatan berarti guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, jendela dan pintu berderik, dan perabot rumah tangga ringan dapat bergoyang atau bergeser. Meskipun tidak berpotensi Tsunami, guncangan ini cukup kuat untuk menimbulkan kepanikan sesaat.
BMKG Serukan Kewaspadaan Bencana Ganda
Dua kejadian gempa dalam waktu singkat di wilayah yang berbeda—daratan Jawa yang padat dan perairan Sumatera yang rawan Tsunami—menjadi pengingat keras akan tingginya risiko bencana ganda (gempa bumi dan aktivitas vulkanik) yang dihadapi Indonesia.
Kepala BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat harus terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada isu atau berita bohong (hoaks) yang beredar pasca gempa.
Pemerintah Daerah di Jawa Barat dan Sumatera Barat didorong untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi gempa bumi, termasuk latihan evakuasi mandiri, terutama bagi yang tinggal di gedung bertingkat dan zona pesisir. Kesiapan infrastruktur dan jalur evakuasi di wilayah seperti Pesisir Selatan, yang berada langsung di jalur patahan lempeng, harus terus diperiksa dan ditingkatkan.
Fenomena gempa dangkal di daratan (Cimahi) dan gempa menengah di laut (Pesisir Selatan) menunjukkan dinamika geologi Indonesia yang kompleks dan menuntut perhatian berkelanjutan terhadap kesiapsiagaan nasional.
