LEVERKUSEN – Sebuah pertunjukan taktik dan efisiensi yang memukau disajikan oleh Borussia Dortmund dalam duel sengit lanjutan Bundesliga. Bertandang ke BayArena, markas Bayer Leverkusen, pada Minggu dini hari (30/11/2025) WIB, Die Borussen berhasil mencuri tiga poin berharga dengan kemenangan tipis 2-1.
Laga ini bukan sekadar perebutan poin biasa, melainkan pertarungan langsung di area krusial empat besar klasemen. Kemenangan ini memiliki dampak signifikan, melontarkan Dortmund ke posisi yang lebih aman di zona Liga Champions dan memberikan tekanan berat kepada Leverkusen.
🎯 Efisiensi Set Piece Membungkam Tuan Rumah
Pertandingan berjalan terbuka dan cepat sejak menit awal, sesuai ekspektasi duel antara dua tim papan atas dengan gaya menyerang. Leverkusen, yang bermain di depan pendukung sendiri, sempat hampir memecah kebuntuan di menit kesembilan. Sebuah peluang emas tercipta ketika Ernest Poku melepaskan tembakan di dalam kotak penalti, namun sayang, bola melenceng tipis dari sasaran.
Meskipun Leverkusen tampak lebih dominan dalam penguasaan bola awal, Dortmund menunjukkan keunggulan mereka dalam hal efisiensi dan memaksimalkan peluang. Setelah kesulitan menciptakan ancaman terbuka di 15 menit pertama, Dortmund akhirnya memimpin melalui senjata mematikan mereka: set piece.
Di menit ke-17, melalui situasi bola mati, bek tengah muda yang tengah naik daun, Aaron Anselmino, berhasil mencetak gol pembuka. Sundulan kerasnya memanfaatkan umpan lambung yang terukur, menaklukkan kiper Leverkusen dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu. Gol ini menegaskan bahwa dalam pertarungan taktis di Bundesliga, efektivitas bola mati seringkali menjadi penentu.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis Dortmund, yang berhasil menahan gempuran serangan cepat dari Die Werkself.

🚀 Adeyemi Menggandakan Keunggulan, Kofane Hanya Menipiskan
Memasuki babak kedua, Leverkusen meningkatkan intensitas serangan mereka untuk mencari gol penyeimbang. Namun, justru Dortmund yang kembali menghukum tuan rumah, sekali lagi melalui situasi yang memanfaatkan kelemahan pertahanan Leverkusen dalam duel udara.
Pada menit ke-65, Dortmund memperbesar keunggulan mereka menjadi 2-0. Skema serangan balik cepat berhasil dieksekusi dengan sempurna. Fabio Silva mengirimkan umpan silang yang akurat ke dalam kotak penalti. Pemain lincah, Karim Adeyemi, menyambut umpan tersebut dengan sundulan keras yang tidak terjangkau.
Tertinggal dua gol, Leverkusen semakin agresif. Mereka hampir merespon cepat lima menit kemudian. Tembakan keras Jonas Hofmann dari luar kotak penalti meluncur deras, namun Dewi Fortuna belum berpihak, karena bola hanya membentur tiang gawang Dortmund.
Akhirnya, perjuangan tuan rumah membuahkan hasil di menit ke-83. Gelandang serang Leverkusen, Christian Kofane, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol ini tercipta dari skema serangan cepat yang menunjukkan ketajaman lini tengah Die Werkself.
Sisa waktu pertandingan menjadi drama menegangkan. Leverkusen mengerahkan semua pemainnya ke lini depan untuk mencari gol penyeimbang yang krusial. Namun, pertahanan Dortmund, yang digalang dengan disiplin, berhasil meredam semua serangan terakhir. Tidak ada gol tambahan tercipta, dan peluit panjang memastikan kemenangan 2-1 untuk Borussia Dortmund.
📊 Implikasi Klasemen: Dortmund Ambil Alih Momentum
Kemenangan ini memberikan dampak signifikan pada tabel Bundesliga, khususnya di persaingan zona Liga Champions (empat besar).
Dengan tambahan tiga poin, Borussia Dortmund kini mengoleksi 25 poin dan sukses melompat ke peringkat ketiga klasemen sementara.
Sebaliknya, Bayer Leverkusen harus puas tertahan di posisi keempat dengan 23 poin. Jarak yang kini tipis dengan tim-tim di bawah mereka, seperti RB Leipzig (yang bermain besok) dan bahkan Eintracht Frankfurt, membuat posisi Leverkusen di empat besar menjadi sangat rentan.
Kemenangan ini adalah pernyataan tegas dari pelatih Dortmund bahwa timnya telah menemukan kembali keseimbangan antara lini serang yang eksplosif dan pertahanan yang solid, khususnya dalam memanfaatkan situasi bola mati. Sementara bagi Leverkusen, kekalahan di kandang ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama dalam mengatasi ancaman udara.
