DORTMUND – Borussia Dortmund terus menunjukkan konsistensinya dalam perburuan gelar juara Bundesliga musim 2025/2026. Bermain di depan pendukung fanatiknya di Signal Iduna Park pada Rabu (14/1/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Die Borussen ini tampil perkasa dengan melumat Werder Bremen tiga gol tanpa balas.
Kemenangan 3-0 ini tidak hanya sekadar raihan tiga poin, tetapi juga menjadi pesan tegas kepada para pesaing bahwa Dortmund di bawah asuhan pelatih saat ini memiliki kedalaman skuad dan mentalitas pemenang yang solid.
Dominasi Sejak Menit Awal: Gol Pembuka Schlotterbeck
Dortmund memulai laga dengan agresivitas tinggi. Memanfaatkan lebar lapangan melalui bek sayap mereka, tuan rumah langsung mengurung pertahanan Bremen sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya terlihat pada menit ke-11. Berawal dari skema bola mati yang tertata, Julian Ryerson melepaskan umpan presisi ke jantung pertahanan lawan.
Nico Schlotterbeck, yang naik membantu serangan, menunjukkan insting predatornya. Bek timnas Jerman tersebut berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola dengan keras ke pojok gawang yang dijaga Backhaus. Skor 1-0 untuk Dortmund memicu gemuruh di tribun Yellow Wall.

Baca Juga:
Respons Bremen dan Ketangguhan Gregor Kobel
Tertinggal satu gol, Werder Bremen mencoba bereaksi. Tim tamu yang mengandalkan kecepatan Justin Njinmah sempat menciptakan kepanikan di lini belakang Dortmund pada menit ke-17. Njinmah berhasil menembus kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang sangat terarah.
Namun, Dortmund beruntung memiliki Gregor Kobel di bawah mistar. Kiper asal Swiss tersebut menunjukkan refleks kelas dunia dengan menepis bola menggunakan ujung jarinya. Penyelamatan krusial ini menjaga momentum tuan rumah tetap terjaga dan mencegah Bremen membangun kepercayaan diri lebih jauh. Hingga turun minum, dominasi lini tengah Dortmund yang dikomandoi Marcel Sabitzer memastikan keunggulan tipis tetap bertahan.
Babak Kedua: Efisiensi Taktis Dortmund
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan sempat melambat. Bremen bermain lebih disiplin dalam bertahan, sementara Dortmund tampak lebih sabar dalam membongkar pertahanan lawan. Pelatih Dortmund melakukan beberapa penyesuaian taktis untuk menambah daya dobrak.
Kebuntuan di babak kedua akhirnya pecah pada menit ke-75. Kerja sama apik antara Felix Nmecha dan Marcel Sabitzer menjadi kunci. Nmecha mengirimkan umpan pendek yang membelah pertahanan Bremen, yang kemudian diselesaikan dengan tendangan first-time oleh Sabitzer. Bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau kiper lawan. Skor berubah menjadi 2-0.
Hanya berselang delapan menit, Dortmund kembali menghukum kelengahan lini belakang Bremen. Kali ini giliran Serhou Guirassy yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83. Memanfaatkan umpan tarik yang akurat, Guirassy dengan tenang menceploskan bola untuk mengunci kemenangan timnya menjadi 3-0.
Kemenangan ini memberikan dampak signifikan pada posisi Dortmund di papan klasemen Bundesliga. Tambahan tiga poin membuat mereka semakin kokoh di posisi kedua dengan koleksi 36 poin, terus menempel ketat pemuncak klasemen.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi rapor merah bagi Werder Bremen. Mereka kini terdampar di urutan ke-12 dengan 17 poin, hanya terpaut beberapa angka dari zona degradasi. Pelatih Bremen harus segera melakukan evaluasi besar-besaran, terutama dalam penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang saat menghadapi bola mati.
Susunan Pemain Kedua Tim
Borussia Dortmund (4-2-3-1):
- Kiper: Gregor Kobel
- Belakang: Niklas Sule, Waldemar Anton, Nico Schlotterbeck, Yan Couto
- Tengah: Marcel Sabitzer, Felix Nmecha
- Gelandang Serang: Julian Ryerson, Maximilian Beier, Carney Chukwuemeka
- Depan: Fabio Silva (Cadangan Masuk: Serhou Guirassy)
Werder Bremen (3-4-2-1):
- Kiper: Backhaus
- Belakang: Pieper, Marco FriedI, Soumaila Coulibaly
- Tengah: Yukinari Sugawara, Senne Lynen, Niklas Schmidt, Jens Stage
- Depan: Marco Grull, Justin Njinmah, Romano Schmid
Dortmund kini menatap jadwal padat dengan kepercayaan diri tinggi. Kedalaman skuad yang ditunjukkan dengan kontribusi pemain seperti Sabitzer dan Guirassy membuktikan bahwa mereka siap bertarung di semua kompetisi. Sementara itu, Bremen harus segera bangkit saat menjamu lawan berikutnya di kandang sendiri demi menjauh dari papan bawah.
