Monaco, Prancis – Sebuah penantian panjang yang sarat kontroversi dan drama seolah menemukan titik terangnya. Setelah lebih dari dua tahun terperangkap dalam pusaran skandal doping dan hukuman, Paul Pogba dikabarkan sangat dekat dengan momen comeback yang emosional. Kabar terbaru menyebutkan bahwa nama gelandang juara dunia ini berpeluang besar masuk dalam skuad AS Monaco yang akan bertamu ke markas Rennes di lanjutan Ligue 1 akhir pekan ini, Sabtu (22/11/2025).

Ini bukan hanya sekadar kembali bermain; ini adalah kisah tentang kebangkitan dari jurang kehancuran.

Dua Tahun yang Terbuang: Dari Kontroversi Doping ke Rehabilitasi Total

Rekam jejak terakhir Pogba di lapangan hijau adalah momen pahit yang terjadi pada 3 September 2023, saat ia membela Juventus melawan Empoli. Dua pekan sebelumnya, sampel tes doping yang diambil setelah laga melawan Udinese dinyatakan positif, memicu krisis karier yang mengguncang dunia sepak bola.

Awalnya, Pogba dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat tahun, sebuah vonis yang praktis bisa mengakhiri karier puncaknya. Namun, setelah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), hukumannya berhasil dikurangi menjadi 18 bulan. Hukuman tersebut secara resmi berakhir pada Maret 2025.

Sejak kontraknya diputus oleh Juventus pasca-vonis, spekulasi liar mengenai masa depan dan kondisi mental Pogba menyeruak. Namun, pada bursa transfer musim panas lalu, AS Monaco membuat kejutan dengan merekrutnya secara bebas transfer. Langkah ini diambil bukan tanpa risiko, melainkan didasari keyakinan penuh terhadap bakat dan potensi marketing sang bintang, meskipun ia datang dengan catatan kelam.

🛠️ Proyek ‘Rehabilitasi Total’ Monaco: Membangun Kembali Sang Juara

Sejak tiba di Stade Louis II, Pogba belum sekalipun mendapat kesempatan merumput. Ini bukan karena diabaikan, melainkan karena keputusan strategis dan hati-hati dari manajemen Monaco. Klub fokus menjalankan proses rehabilitasi komprehensif untuk Pogba, bertujuan utama agar ia tidak mudah dihantam cedera lagi—masalah kronis yang sempat mengganggu kariernya di Manchester United dan Juventus.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Kami merekrut Paul bukan untuk satu pertandingan, tapi untuk proyek jangka panjang. Prioritas kami adalah memulihkan kebugaran totalnya, baik fisik maupun mental,” ujar sumber internal Monaco, menekankan kesabaran klub.

Pogba sendiri dilaporkan berlatih keras, dengan target ambisius untuk bisa kembali bermain secara reguler sebelum pergantian tahun. Laporan dari ESPN mengonfirmasi bahwa Pogba telah berlatih normal pada Kamis (20/11/2025).

Jika sesi latihan hari Jumat ini berjalan mulus tanpa keluhan atau gangguan fisik, Arne Slot, pelatih kepala Monaco (yang pindah dari Liverpool setelah setahun bertugas), hampir pasti akan memasukkan nama Pogba dalam daftar skuad yang berangkat ke Rennes.

“Target utama kami adalah memberinya menit bermain rutin selama beberapa pekan ke depan. Kami ingin melihatnya fit untuk bermain 90 menit penuh, idealnya dua kali seminggu, pada paruh kedua musim,” jelas Slot mengenai rencana jangka panjang klub untuk pemain bernomor punggung 10 tersebut.

📈 Mengejar PSG dan Liga Champions: Kontribusi Pogba yang Dinantikan

Kembalinya Pogba datang pada saat yang krusial bagi ambisi AS Monaco. Saat ini, tim berjuluk Les Monégasques tersebut duduk di urutan keenam klasemen Ligue 1 dengan koleksi 20 poin dari 12 pertandingan. Mereka hanya tertinggal tujuh poin dari rival abadi mereka, Paris Saint-Germain, yang memuncaki klasemen. Kehadiran Pogba diharapkan mampu memberikan lonjakan kreativitas dan kepemimpinan yang hilang di lini tengah, membantu Monaco memangkas jarak tersebut.

Namun, di kancah Liga Champions, situasi Monaco jauh dari ideal. Mereka baru mengumpulkan lima poin dari empat pertandingan dan secara mengejutkan berada di urutan ke-19 dalam klasemen sementara (mengingat format baru Liga Champions yang menggunakan sistem liga tunggal), menuntut keajaiban di sisa pertandingan fase grup.

Kehadiran Pogba, dengan visi operan dan kemampuan mengendalikan tempo permainannya, bisa menjadi ‘kartu liar’ yang mengubah nasib Monaco di Eropa. Ia adalah pemain yang terbiasa bermain di level tertinggi dan memiliki mentalitas pemenang.

🇫🇷 Dampak pada Timnas Prancis: Jendela Euro 2028?

Bukan hanya Monaco, kembalinya Pogba juga akan diawasi ketat oleh pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. Meskipun Euro 2028 masih jauh di depan, Pogba, pada usia puncaknya, tetap menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Prancis.

Jika ia mampu menunjukkan performa fisik yang stabil dan kembali ke level permainan terbaiknya bersama Monaco, pintu menuju Les Bleus tentu akan terbuka lagi. Ini adalah motivasi ganda bagi Pogba: menyelamatkan karier klubnya sambil membuka peluang kembali membela negaranya di turnamen internasional.

Momen comeback Pogba di Rennes akan menjadi salah satu kisah paling dinanti dalam sepak bola Eropa tahun ini. Ini adalah peluang terakhir bagi sang bintang untuk membuktikan bahwa kontroversi dan cedera tidak dapat merenggut bakat alaminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *