JAKARTA – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kembali menjadi saksi keangkeran markas Persija Jakarta. Dalam laga lanjutan Super League yang berlangsung panas pada Jumat (23/1/2026) malam WIB, anak asuh Macan Kemayoran berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menyudahi perlawanan sengit Madura United dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka biasa. Hasil ini secara otomatis melambungkan posisi Persija ke peringkat kedua klasemen sementara, sekaligus memberikan sinyal bahaya bagi Borneo FC yang kini tengah duduk di singgasana puncak.
Dominasi Sejak Menit Awal
Sejak peluit sepak mula ditiupkan, Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan dukungan penuh dari puluhan ribu The Jakmania yang memadati stadion, lini tengah Persija yang dikomandoi oleh kreativitas gelandang mereka terus mencoba membongkar pertahanan berlapis Madura United.
Namun, mencuri gol dari Laskar Sape Kerrab—julukan Madura United—ternyata bukan perkara mudah. Pelatih Madura United tampak menginstruksikan para pemainnya untuk bermain sangat rapat dan disiplin. Strategi “parkir bus” yang diterapkan tim tamu sempat membuat para penyerang Persija frustrasi selama 30 menit awal pertandingan. Celah di lini pertahanan Madura United tertutup rapat oleh koordinasi apik antara bek-bek mereka.

Drama Penalti Gustavo Almeida
Momentum yang ditunggu-tunggu publik Jakarta akhirnya datang pada menit ke-40. Penyerang haus gol Persija, Gustavo Almeida, melakukan penetrasi berbahaya ke dalam kotak terlarang. Pergerakannya yang lincah memaksa bek Madura United, Jorge Ambrosio Mendonca, melakukan pelanggaran fatal demi menghentikan ancaman.
Tanpa ragu, wasit langsung menunjuk titik putih. Gustavo sendiri yang maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan luar biasa, ia melepaskan tendangan terukur pada menit ke-43 yang gagal dibendung oleh kiper Mochammad Diky Indriyana. Gemuruh stadion pecah menyambut gol pembuka tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Baca Juga
Gabriel Jesus Mengamuk, Arsenal Bungkam Inter Milan di San Siro
Babak Kedua yang Alot dan Penuh Ketegangan
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Persija tetap memegang kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan. Namun, Madura United mulai berani keluar menyerang untuk mencari gol penyeimbang. Sayangnya, upaya tim tamu kerap mentok di lini tengah dan jarang memberikan ancaman berarti bagi penjaga gawang Persija.
Pertandingan berjalan semakin alot di pertengahan babak kedua. Benturan fisik antarpemain sering terjadi, memaksa wasit beberapa kali menghentikan laga. Persija sebenarnya memiliki beberapa peluang terbuka untuk memperlebar keunggulan, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tipis tetap bertahan hingga mendekati penghujung laga.
Penalti Kontroversial dan Kepastian Kemenangan Maxwell
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time yang sangat panjang. Persija kembali mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di area terlarang Madura United. Maxwell, yang ditunjuk sebagai algojo, menghadapi momen penuh tekanan.
Pada percobaan pertama, tendangan Maxwell sebenarnya sempat ditepis oleh Diky Indriyana. Bola liar kemudian disambar oleh Alaedine Ajaraie masuk ke dalam gawang. Namun, wasit menganulir gol tersebut dan memutuskan penalti harus diulang karena adanya pelanggaran posisi pemain sebelum bola ditendang.
Di bawah sorotan lampu stadion dan tekanan mental yang tinggi, Maxwell kembali mengambil ancang-ancang pada kesempatan kedua. Kali ini, ia tidak melakukan kesalahan. Bola meluncur deras mengoyak jala gawang Madura United pada menit ke-105. Gol ini sekaligus menjadi titik noktah perjuangan tim tamu. Skor 2-0 mengunci kemenangan manis bagi tuan rumah.
Peta Persaingan Papan Atas Semakin Memanas
Tambahan tiga poin dari laga ini membawa dampak signifikan pada tabel klasemen Super League. Persija kini mengoleksi 38 poin dan berhak duduk di peringkat kedua. Mereka berhasil menggeser rival abadi mereka, Persib Bandung, berkat keunggulan selisih gol. Saat ini, Persija hanya terpaut dua poin dari sang pemuncak klasemen, Borneo FC.
Di sisi lain, kekalahan ini semakin membenamkan Madura United dalam tren negatif. Mereka tetap tertahan di posisi ke-14 dengan koleksi 17 poin dari 18 pertandingan. Laskar Sape Kerrab kini harus segera berbenah jika tidak ingin terseret lebih jauh ke zona degradasi di sisa musim.
Kemenangan Persija malam ini juga memiliki makna lebih karena disaksikan langsung oleh pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman. Kehadiran Herdman di tribun SUGBK tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain lokal untuk menunjukkan performa terbaik mereka demi mendapatkan panggilan ke skuad Garuda untuk ajang FIFA Series mendatang.
Beberapa pemain lokal Persija menunjukkan performa impresif yang diprediksi bakal masuk dalam catatan scouting pelatih asal Inggris tersebut. Dengan kemenangan ini, Persija tidak hanya meraih poin, tetapi juga membuktikan bahwa mentalitas juara mereka tetap terjaga di hadapan pendukung sendiri.
