LONDON – Rivalitas abadi dua klub raksasa London kembali memuncak dalam babak semifinal Carabao Cup 2025/2026. Bertandang ke Stamford Bridge pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Arsenal sukses mencuri keunggulan krusial pada leg pertama setelah menumbangkan tuan rumah Chelsea dengan skor ketat 3-2.

Pertandingan ini menyajikan tensi tinggi sejak menit awal, di mana taktik Mikel Arteta kembali diuji oleh kegigihan skuad The Blues. Meskipun sempat unggul dua gol, Arsenal harus bersusah payah meredam amukan lini serang Chelsea di penghujung laga demi mengamankan modal berharga untuk leg kedua.

Babak Pertama: Dominasi Meriam London

Arsenal memulai laga dengan intensitas luar biasa. Tidak butuh waktu lama bagi para pendukung tim tamu untuk bersorak. Saat laga baru berjalan tujuh menit, bek sayap andalan mereka, Ben White, berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan skema sepak pojok yang terukur, White melakukan lompatan sempurna dan menyundul bola ke arah tiang jauh yang gagal diantisipasi oleh lini pertahanan Chelsea. Skor 1-0 untuk Arsenal.

Tertinggal gol cepat, Chelsea mencoba merespons. Pada menit ke-11, gelandang asal Argentina, Enzo Fernandez, mencoba peruntungannya melalui tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, akurasi tembakan Enzo masih belum maksimal, sehingga bola dengan mudah didekap oleh Kepa Arrizabalaga, yang kali ini berdiri di bawah mistar gawang Arsenal untuk menghadapi mantan klubnya.

Sepanjang sisa babak pertama, kendali permainan berada di bawah kaki para pemain Arsenal. Martin Odegaard menjadi dirigen lapangan tengah yang membuat pertahanan Chelsea harus bekerja ekstra keras. Leandro Trossard sempat mendapatkan peluang emas di menit ke-33, namun sepakan melengkungnya masih melebar tipis di sisi gawang Roberto Sanchez. Hingga turun minum, keunggulan satu gol tim tamu tetap bertahan.

Baca Juga:

Borussia Dortmund Hancurkan Werder Bremen di Signal Iduna Park

Babak Kedua: Hujan Gol dan Kebangkitan Garnacho

Memasuki paruh kedua, Arsenal tidak mengendurkan serangan. Pada menit ke-49, sebuah skema serangan balik cepat yang diprakarsai oleh Ben White dari sisi kanan pertahanan Chelsea membuahkan hasil. White mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat tajam. Roberto Sanchez yang mencoba memotong bola gagal menjangkaunya, memberikan ruang bagi Viktor Gyokeres untuk menyontek bola ke gawang yang sudah melompong. Arsenal menjauh dengan skor 2-0.

Chelsea, di bawah tekanan pendukung sendiri, akhirnya mulai bangkit. Masuknya beberapa pemain pengganti memberikan nafas baru. Pada menit ke-75 (dalam rangkaian aksi balasan), wonderkid Alejandro Garnacho menunjukkan kelasnya. Melalui aksi individu dari sudut sempit, Garnacho berhasil mengelabui barisan pertahanan Arsenal dan menceploskan bola yang tak mampu dibendung Kepa. Skor berubah menjadi 1-2.

Kegembiraan Chelsea sempat mereda ketika Arsenal kembali memperlebar margin hanya berselang beberapa menit kemudian. Gelandang anyar Arsenal, Martin Zubimendi, membuktikan kualitasnya. Setelah melakukan pergerakan cerdik untuk mencari celah tembakan di luar kotak penalti, ia melepaskan sepakan presisi di menit ke-71 yang bersarang telak di pojok gawang Sanchez. Skor 3-1 seolah akan mengakhiri perlawanan Chelsea.

Namun, Chelsea menolak menyerah. Alejandro Garnacho benar-benar menjadi momok bagi pertahanan Arsenal malam itu. Di menit ke-83, sebuah situasi kemelut terjadi setelah sepak pojok. Bola liar jatuh tepat di hadapan Garnacho yang langsung menyambar dengan tembakan keras tanpa ampun. Skor berubah 2-3, memicu drama di menit-menit akhir. Meski Chelsea terus menggempur, Arsenal berhasil mempertahankan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi.

Analisis dan Langkah Menuju Final

Kemenangan 3-2 ini memberikan keuntungan psikologis yang besar bagi anak asuh Mikel Arteta. Namun, dua gol balasan dari Garnacho menjadi sinyal peringatan bahwa lini pertahanan Arsenal masih memiliki celah saat menghadapi tekanan balik yang sporadis.

Berikut beberapa poin kunci dari pertandingan ini:

  • Peran Vital Ben White: Tidak hanya mencetak gol pembuka, White berperan besar dalam terciptanya gol kedua. Ia menjadi pemain paling berpengaruh di sisi sayap kanan.
  • Kepa Arrizabalaga vs Mantan Klub: Kepa tampil solid meski harus kebobolan dua kali oleh rekan setimnya di Timnas Spanyol (atau rekan se-liga). Penyelamatannya di babak pertama menjadi kunci mentalitas Arsenal.
  • Ancaman Garnacho: Dua gol Garnacho membuktikan bahwa Chelsea memiliki daya ledak yang bisa membalikkan keadaan kapan saja.

Arsenal kini bersiap menyambut Chelsea di Emirates Stadium untuk leg kedua yang akan digelar pada Rabu, 4 Februari 2026 dini hari WIB. Dengan aturan tanpa gol tandang yang mungkin berlaku, Arsenal hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke partai puncak. Sebaliknya, Chelsea wajib menang dengan selisih dua gol jika ingin memupus ambisi Meriam London mengangkat trofi Carabao Cup musim ini.


Statistik Pertandingan:

  • Skor: Chelsea 2 – 3 Arsenal
  • Pencetak Gol:
    • Chelsea: Alejandro Garnacho (75′, 83′)
    • Arsenal: Ben White (7′), Viktor Gyokeres (49′), Martin Zubimendi (71′)
  • Lokasi: Stamford Bridge, London.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *