LEEDS – Rivalitas klasik antara “Si Putih” dan “Setan Merah” kembali membara di awal tahun 2026. Manchester United (MU) harus puas berbagi angka saat bertamu ke markas angker Leeds United, Elland Road, pada Minggu (4/1/2026) malam WIB. Dalam laga yang diwarnai drama VAR dan kegemilangan kiper kedua tim, skor imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang adil namun menyesakkan bagi kedua belah pihak.
Hasil ini membawa armada Manchester United mengudeta posisi Chelsea di peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 31 poin dari 20 laga. Sementara itu, satu poin berharga bagi Leeds United membantu mereka menjauh perlahan dari zona degradasi, kini tertahan di posisi ke-16 dengan 22 poin.
Babak Pertama: Dominasi MU dan Tiang Gawang yang Kejam
Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester United langsung mengambil kendali permainan. Manuel Ugarte hampir saja membuka keunggulan di menit ke-6 lewat skema bola mati, namun tandukannya masih melayang tipis di atas mistar gawang Lucas Perri.
Dua menit berselang, publik Elland Road sempat terdiam saat Matheus Cunha menggetarkan jala tuan rumah lewat sepakan voli indah. Namun, selebrasi pemain asal Brasil itu terhenti seketika. Wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Benjamin Sesko dalam proses terjadinya gol.

Leeds United yang tak mau kehilangan muka di depan pendukung sendiri mulai keluar menyerang. Peluang emas terbaik babak pertama jatuh ke kaki Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-36. Menerima umpan silang manis dari Anton Stach, Calvert-Lewin memenangi duel udara, namun bola hasil sundulannya hanya membentur tiang gawang.
Sebelum turun minum, kiper Leeds, Lucas Perri, dipaksa melakukan penyelamatan akrobatik. Ia terbang menepis sundulan jarak dekat Leny Yoro yang meneruskan bola pantulan dari Casemiro. Skor kacamata 0-0 menutup paruh pertama yang sangat intens.
Babak Kedua: Drama Gol Cepat dan Kesalahan Fatal
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat drastis. Kiper muda MU, Lammens, yang dipercaya menjaga gawang, harus jatuh bangun menahan gempuran Gabriel Gudmundsson dan Anton Stach di awal babak kedua.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti MU setelah sepakan Pascal Struijk diblok tak sempurna, bola liar jatuh ke kaki Brendan Aaronson. Memanfaatkan keraguan bek muda Ayden Heaven dalam menyapu bola, Aaronson dengan cerdik mencuri bola dan menaklukkan Lammens. Stadion Elland Road meledak, Leeds memimpin 1-0.
Namun, mentalitas Setan Merah diuji. Hanya butuh tiga menit bagi MU untuk membalas. Masuknya Joshua Zirkzee terbukti menjadi pergantian taktis yang jenius. Zirkzee memberikan umpan terobosan visioner yang membelah pertahanan Leeds. Matheus Cunha yang lepas dari jebakan offside berlari kencang dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Perri. Skor berubah menjadi 1-1.
Baca Juga:
Jual Beli Serangan di Menit Akhir
Sisa 20 menit pertandingan berubah menjadi tontonan yang sangat menghibur. Penyerang anyar Leeds, Noah Okafor, nyaris mencetak gol indah lewat tendangan salto akrobatik, namun Lammens kembali tampil gemilang dengan menepis bola keluar. Di sisi lain, Benjamin Sesko memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan bagi MU, namun tembakannya justru melenceng setelah menerima umpan matang Zirkzee.
Pada menit ke-88, Leeds hampir saja melakukan “perampokan” poin penuh lewat serangan balik cepat. Joel Piroe mendapatkan ruang tembak di tepi kotak penalti dan melepaskan tendangan melengkung. Sayangnya bagi pendukung tuan rumah, bola hanya melayang tipis di atas sudut gawang. Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 1-1 tetap bertahan.
Evaluasi Taktis
Bagi Manchester United, hasil ini menunjukkan adanya masalah konsistensi di lini belakang, terutama saat menghadapi tekanan balik cepat. Cedera beberapa pemain inti memaksa lini belakang mereka dihuni pemain muda seperti Ayden Heaven yang tampak masih canggung di laga tensi tinggi. Di sisi lain, performa Matheus Cunha tetap menjadi sinar terang di tengah tumpulnya lini depan MU musim ini.
Leeds United, di bawah asuhan pelatih mereka, menunjukkan bahwa Elland Road tetap menjadi tempat yang sulit bagi tim “Big Six”. Kedisiplinan lini tengah yang dipimpin Anton Stach terbukti mampu meredam kreativitas lini tengah MU yang dihuni pemain-pemain mahal.
Statistik Pertandingan:
- Penguasaan Bola: Leeds 46% – 54% Man United
- Tembakan (On Target): Leeds 12 (5) – 14 (6) Man United
- Pelanggaran: Leeds 11 – 9 Man United
