SAO PAULO – Dunia sepak bola sempat menahan napas saat kabar mengejutkan datang dari Brasil tepat di penghujung tahun 2025. Roberto Carlos, sang pemilik tendangan bebas “melawan hukum fisika”, dikabarkan harus dilarikan ke ruang bedah untuk menjalani operasi jantung darurat.
Apa yang awalnya dianggap sebagai pemeriksaan rutin untuk masalah pembekuan darah di kaki, berubah menjadi situasi hidup dan mati di meja operasi. Berikut adalah kronologi lengkap dan kondisi terbaru sang legenda Real Madrid tersebut.
Titik Balik di Meja Periksa: Dari Kaki ke Jantung
Semua bermula pada Rabu (31/12/2025), saat Roberto Carlos tengah menikmati masa libur akhir tahun bersama keluarganya di Sao Paulo. Pria berusia 52 tahun ini awalnya mengeluhkan rasa tidak nyaman pada kakinya. Mengingat riwayatnya sebagai atlet elite, tim medis mencurigai adanya pembekuan darah (blood clot) dan segera melakukan pemindaian MRI secara menyeluruh.
Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan anomali yang jauh lebih serius. Dokter menemukan bahwa sebagian besar otot jantung Carlos tidak berfungsi secara optimal. Tanpa membuang waktu, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan bedah kateterisasi jantung guna menyelamatkan nyawa sang legenda.

Operasi Tiga Jam yang Menegangkan
Prosedur yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 40 menit itu membengkak menjadi hampir tiga jam. Mengutip laporan dari Diario AS, terdapat komplikasi tak terduga saat pemasangan kateter dilakukan. Tim dokter harus bekerja ekstra keras untuk memastikan aliran darah ke jantung kembali normal tanpa memicu efek samping lainnya.
Ketegangan sempat menyelimuti pendukung “Tim Samba” dan fans Los Blancos di seluruh dunia. Beruntung, menjelang pergantian tahun ke 2026, operasi dinyatakan berhasil. Roberto Carlos kini telah melewati fase kritis, meskipun ia tetap diwajibkan menjalani observasi ketat di unit perawatan intensif selama 48 jam ke depan.
Baca Juga:
Tiket Piala Dunia: Antara Ambisi Komersial FIFA dan Protes Suporter
Pesan Menyentuh dari Sang Legenda: “Saya Baik-Baik Saja”
Melalui akun Instagram pribadinya, Roberto Carlos segera menenangkan jutaan pengikutnya. Ia mengunggah foto dirinya yang tampak stabil meski masih berada di lingkungan rumah sakit.
“Baru-baru ini saya menjalani prosedur medis pencegahan yang telah direncanakan bersama tim medis saya. Prosedur tersebut sukses dan saya dalam keadaan sehat. Penting untuk diketahui, saya tidak mengalami serangan jantung,” tulis Carlos dalam keterangannya.
Ia juga menambahkan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim medis dan para penggemar yang telah mengirimkan doa. “Saya pulih dengan baik dan berharap dapat segera kembali bugar untuk melanjutkan komitmen profesional maupun pribadi saya.”
Mengenang Kedahsyatan Sang Bek Kiri Terbaik Sepanjang Masa
Kabar kesehatan Roberto Carlos menjadi pengingat betapa berharganya sosok ini bagi sejarah sepak bola dunia. Lahir pada 10 April 1973, Carlos bukan sekadar bek kiri; ia adalah revolusioner posisi bek sayap.
- Tendangan “Tsunami”: Salah satu momen ikoniknya adalah gol tendangan bebas melawan Prancis tahun 1997, di mana bola melengkung secara mustahil dengan kecepatan mencapai 169 km/jam.
- Kejayaan di Real Madrid: Selama 11 musim di Santiago Bernabeu (1996–2007), ia mencatatkan 527 penampilan dan mempersembahkan 3 trofi Liga Champions serta 4 gelar La Liga.
- Pilar Timnas Brasil: Ia adalah bagian integral dari skuad emas Brasil yang menjuarai Piala Dunia 2002 dan mencapai final pada 1998.
Statistik Karier Emas Roberto Carlos
| Kategori | Catatan Prestasi |
| Penampilan di Real Madrid | 527 Laga (69 Gol) |
| Caps Timnas Brasil | 125 Caps (11 Gol) |
| Gelar Liga Champions | 3 (1998, 2000, 2002) |
| Gelar Piala Dunia | 1 (2002) |
| Kecepatan Tendangan Tertinggi | 169 km/jam |
Sebagai duta global Real Madrid dan tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan amal, proses pemulihan Roberto Carlos akan dipantau secara saksama. Para dokter memprediksi ia akan membutuhkan waktu istirahat total selama beberapa minggu sebelum bisa kembali bepergian antarnegara untuk menjalankan tugasnya.
Kemenangan Carlos di meja operasi ini seolah membuktikan bahwa semangat juang “Manusia Peluru” ini tidak hanya ada di lapangan hijau, tetapi juga dalam menghadapi tantangan hidup yang paling berat sekalipun.
Semoga lekas pulih sepenuhnya, Roberto Carlos! Sepak bola masih membutuhkan senyum dan energi positifmu.
