Timnas Spanyol akan menghadapi Timnas Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Los Angeles, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 16 besar.
Pemenang laga ini akan menghadapi salah satu tim kuat, yakni Portugal atau Kroasia, sehingga duel Spanyol kontra Austria menjadi bagian dari jalur kompetisi yang dipenuhi kandidat juara.
La Roja datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif sepanjang fase grup. Sementara Austria berhasil lolos secara dramatis dan siap menciptakan kejutan di fase gugur.
Spanyol Tampil Meyakinkan di Fase Grup

Tim asuhan Luis de la Fuente mengakhiri penyisihan Grup H sebagai juara grup. Spanyol membuka perjalanan mereka dengan hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde sebelum bangkit dengan dua kemenangan meyakinkan.
La Roja menghajar Arab Saudi dengan skor telak 4-0 sebelum menutup fase grup melalui kemenangan tipis 1-0 atas Uruguay. Menariknya, Spanyol belum sekali pun kebobolan selama tiga pertandingan di fase grup.
Konsistensi tersebut semakin memperkuat status Spanyol sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
Selain solid di lini belakang, permainan kolektif yang diperagakan Rodri, Pedri, dan Mikel Oyarzabal membuat Spanyol mampu mengendalikan pertandingan dengan dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka.
Rekor Tak Terkalahkan Terus Berlanjut
Kemenangan atas Uruguay memperpanjang catatan positif Spanyol menjadi 34 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang, tidak termasuk hasil adu penalti.
Rekor tersebut membuat La Roja hanya terpaut beberapa pertandingan dari rekor dunia milik Italia yang pernah mencatatkan 37 laga internasional tanpa kekalahan.
Jika mampu mengalahkan Austria, Spanyol akan semakin dekat menyamai pencapaian bersejarah tersebut sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pada edisi 2010.
Momentum positif itu menjadi modal berharga menghadapi Austria yang dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan disiplin.
Austria Lolos Lewat Drama Menegangkan

Austria memastikan tempat di babak gugur melalui perjuangan yang tidak mudah. Tim asuhan Ralf Rangnick nyaris tersingkir sebelum gol Sasa Kalajdzic pada masa injury time memaksa pertandingan melawan Aljazair berakhir imbang 3-3.
Gol dramatis tersebut memastikan Austria lolos sebagai salah satu tim terbaik dan mengakhiri penantian panjang selama 72 tahun untuk kembali tampil di fase gugur Piala Dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Austria yang terakhir kali mencapai babak gugur pada Piala Dunia 1954.
Mental pantang menyerah yang ditunjukkan saat menghadapi Aljazair menjadi modal penting menghadapi tantangan yang lebih berat melawan Spanyol.
Rekor Pertemuan Berpihak kepada La Roja
Secara statistik, Spanyol memiliki catatan yang jauh lebih baik dibanding Austria.
Dalam tiga pertemuan terakhir, La Roja mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada laga persahabatan tahun 2009 yang dimenangkan Spanyol dengan skor telak 5-1.
Dominasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Spanyol lebih diunggulkan untuk melangkah ke babak berikutnya.
Meski demikian, Austria diyakini tidak akan menyerah begitu saja mengingat mereka tampil penuh semangat sepanjang turnamen.
Kabar Tim Jelang Pertandingan
Spanyol masih dibayangi sejumlah persoalan di lini depan. Beberapa pemain seperti Nico Williams, Yeremy Pino, dan Victor Munoz masih dalam pemantauan setelah mengalami masalah kebugaran.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Luis de la Fuente untuk kembali mengandalkan Lamine Yamal sejak menit pertama. Penyerang muda Barcelona itu tampil efektif setiap kali dipercaya bermain selama fase grup.
Di sektor tengah, Rodri, Pedri, Fabian Ruiz, dan Mikel Merino diperkirakan tetap menjadi andalan dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengontrol tempo pertandingan.
Sementara itu, Austria masih menunggu perkembangan kondisi Marko Arnautovic dan David Alaba. Meski sempat mengalami benturan pada pertandingan sebelumnya, keduanya diperkirakan siap tampil apabila dinyatakan bugar.
Jika diperlukan, Ralf Rangnick masih memiliki opsi seperti Kevin Danso, Michael Gregoritsch, hingga Romano Schmid untuk menjaga kualitas permainan timnya.
Duel Lini Tengah Jadi Penentu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624816/original/055379100_1782618374-063_2283649322.jpg)
Salah satu aspek yang diperkirakan menentukan hasil pertandingan adalah pertarungan di lini tengah.
Spanyol memiliki Rodri dan Pedri yang dikenal piawai mengatur ritme permainan serta mendistribusikan bola dengan akurat. Di sisi lain, Austria mengandalkan duet Marcel Sabitzer dan Konrad Laimer yang memiliki intensitas tinggi dalam melakukan tekanan.
Apabila Spanyol mampu mendominasi penguasaan bola, peluang mereka untuk menciptakan banyak peluang akan semakin besar.
Namun Austria dipastikan mengandalkan transisi cepat dan serangan balik yang selama ini menjadi kekuatan utama tim asuhan Rangnick.
Prediksi Susunan Pemain
Spanyol (4-3-3):
Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Mikel Merino.
Pelatih: Luis de la Fuente.
Austria (4-2-3-1):
Patrick Pentz; Stefan Posch, Kevin Danso, Philipp Lienhart, Phillipp Mwene; Nicolas Seiwald, Xaver Schlager; Patrick Wimmer, Marcel Sabitzer, Romano Schmid; Marko Arnautovic.
Pelatih: Ralf Rangnick.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Spanyol diperkirakan tetap tampil dengan gaya bermain menyerang melalui dominasi penguasaan bola dan kombinasi umpan pendek yang menjadi identitas mereka.
Austria kemungkinan memilih pendekatan lebih pragmatis dengan bertahan rapat sebelum memanfaatkan kecepatan serangan balik melalui Sabitzer dan Arnautovic.
Jika mampu mempertahankan efektivitas permainan seperti di fase grup, Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan. Namun Austria telah membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dalam situasi sulit dan berpotensi menjadi ancaman serius.
Dengan kualitas skuad, pengalaman, serta performa yang lebih konsisten sepanjang turnamen, La Roja tetap lebih difavoritkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
