Timnas Inggris mendapat kabar positif menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo. Gelandang andalan Declan Rice diperkirakan sudah pulih dan siap kembali memperkuat skuad utama setelah sempat menepi pada laga terakhir fase grup.
Kehadiran pemain Arsenal tersebut menjadi angin segar bagi pelatih Thomas Tuchel yang tengah mempersiapkan tim menghadapi fase gugur. Rice sebelumnya tidak dimainkan saat Inggris menundukkan Panama dengan skor 2-0 sebagai langkah antisipasi usai mengalami benturan keras pada bagian betis ketika menghadapi Ghana.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kondisi gelandang berusia 27 tahun itu kini dikabarkan terus membaik. Rice bahkan telah mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya sebelum skuad bertolak menuju lokasi pertandingan.
Rice Tegaskan Kondisinya Sudah Fit

Declan Rice memastikan bahwa dirinya tidak mengalami cedera serius. Menurutnya, absennya pada pertandingan melawan Panama murni sebagai tindakan pencegahan agar kondisinya benar-benar pulih menjelang babak gugur.
Rice menjelaskan bahwa benturan yang diterimanya saat menghadapi Ghana menyebabkan pembengkakan pada betis selama beberapa hari. Namun, ia menegaskan rasa sakit tersebut bukan merupakan cedera otot yang berbahaya.
Pemain yang pernah membela West Ham United itu mengaku saat ini sudah kembali berlatih secara normal. Ia merasa kondisi fisiknya tetap terjaga dan siap apabila dipercaya tampil sejak menit pertama melawan RD Kongo.
Selain benturan di betis, Rice juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami gangguan nyeri saraf yang sudah dirasakan sejak penghujung musim lalu. Meski demikian, ia menilai masalah tersebut masih dapat dikendalikan melalui pengaturan latihan dan waktu istirahat yang tepat.
Rice mengatakan dirinya kini lebih memahami kondisi tubuhnya sehingga dapat menjaga kebugaran tanpa harus memaksakan diri ketika rasa tidak nyaman muncul.
Kehadiran Rice Jadi Tambahan Kekuatan Inggris
Kembalinya Rice menjadi kabar penting bagi Thomas Tuchel. Selama gelandang bertahan itu absen, lini tengah Inggris diisi oleh kombinasi Jude Bellingham dan Elliot Anderson.
Keduanya tampil cukup baik saat menghadapi Panama. Namun, pengalaman serta kemampuan Rice dalam menjaga keseimbangan permainan dinilai masih sangat dibutuhkan, terutama menghadapi pertandingan sistem gugur yang memiliki intensitas lebih tinggi.
Rice dikenal sebagai gelandang yang mampu memutus serangan lawan sekaligus membantu membangun permainan dari lini belakang. Perannya selama beberapa tahun terakhir membuatnya menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad The Three Lions.
Dengan pengalaman tampil di berbagai turnamen besar bersama Inggris maupun Arsenal, kehadiran Rice diperkirakan akan memberikan stabilitas sekaligus rasa percaya diri bagi rekan-rekannya.
Tuchel Hadapi Masalah Baru di Lini Belakang
Meski lini tengah mendapat tambahan tenaga, Thomas Tuchel justru dipusingkan dengan kondisi sektor pertahanan.
Bek kanan utama Reece James masih diragukan tampil setelah mengalami cedera hamstring. Cedera tersebut didapat saat Inggris menghadapi Ghana pada pertandingan kedua fase grup.
James bahkan harus melewatkan pertandingan kontra Panama karena masih menjalani pemulihan. Tim medis Inggris terus memantau perkembangan kondisinya, namun peluang tampil melawan RD Kongo dinilai belum sepenuhnya pasti.
Situasi semakin rumit setelah Jarell Quansah juga mengalami cedera pergelangan kaki ketika dipercaya menggantikan James pada laga sebelumnya.
Bek muda tersebut masih menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim medis memiliki waktu sekitar dua hari untuk menentukan apakah Quansah mampu pulih tepat waktu atau tidak.
Tuchel mengakui peluang Quansah tampil memang cukup tipis, sehingga dirinya harus mulai menyiapkan sejumlah alternatif.
Djed Spence Berpeluang Jadi Starter
Apabila James dan Quansah gagal pulih, Djed Spence menjadi kandidat terkuat mengisi posisi bek kanan sejak menit pertama.
Spence sebelumnya masuk sebagai pemain pengganti ketika Quansah mengalami cedera saat menghadapi Panama. Penampilannya dinilai cukup solid sehingga peluang tampil sebagai starter semakin terbuka.
Selain Spence, Tuchel juga masih memiliki opsi lain dengan menggeser Ezri Konsa ke sisi kanan pertahanan. Bek Aston Villa tersebut beberapa kali pernah dimainkan di posisi tersebut dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Keputusan akhir mengenai komposisi lini belakang diperkirakan baru akan ditentukan setelah seluruh hasil pemeriksaan medis diterima.
Rice Jawab Kritik Paul Scholes
Di tengah proses pemulihannya, Declan Rice juga menjadi sorotan setelah mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, menyarankan Thomas Tuchel untuk mempertimbangkan memainkan Elliot Anderson sebagai starter.
Scholes menilai Anderson menawarkan kreativitas yang lebih besar sehingga dapat membantu Inggris tampil lebih agresif saat menghadapi tim-tim kuat di fase gugur.
Menurutnya, lini tengah Inggris selama babak grup terlihat terlalu berhati-hati sehingga permainan tim belum sepenuhnya berkembang.
Meski demikian, Rice tidak terlalu mempersoalkan berbagai kritik tersebut. Ia memilih fokus menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.
Bagi Rice, setiap pemain memiliki karakter berbeda dan keputusan mengenai susunan pemain sepenuhnya menjadi wewenang pelatih.
Inggris Incar Tiket ke Babak Selanjutnya
Inggris memasuki fase gugur dengan modal cukup baik setelah berhasil lolos dari babak grup. Kini fokus utama skuad asuhan Thomas Tuchel adalah memastikan seluruh pemain inti berada dalam kondisi terbaik.
Apabila Declan Rice benar-benar kembali bermain, Inggris diyakini akan memiliki keseimbangan yang lebih baik di lini tengah. Namun, masalah cedera di sektor bek kanan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Bukayo Saka, serta kemungkinan kembalinya Rice, Inggris tetap difavoritkan untuk mengatasi perlawanan RD Kongo dan melangkah ke babak berikutnya.
Meski begitu, Thomas Tuchel dipastikan tidak ingin meremehkan lawannya. Ia berharap seluruh pemain dapat tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang agar perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 terus berlanjut.
