Agustus 29, 2025

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Malam itu berubah menjadi duka mendalam ketika sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob—jenis Barracuda—melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Afan Kurniawan (30) hingga tewas. Detik-detik mengerikan itu terekam video warga dan langsung viral—menjadi pemicu kontrol publik atas profesionalisme aparat keamanan saat mengawal aksi demonstrasi.

Tak menunggu lama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi secara serius. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban dan komunitas ojol, serta memerintahkan penanganan cepat dan serius terhadap kasus ini. Arahan termasuk: tim Pusdokkes dan Karumkit segera menangani korban, sementara Divisi Propam Polri ditugaskan melakukan penyelidikan internal atas kejadian ini

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, juga berkunjung ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menemui keluarga korban, memberikan penghormatan, menyampaikan duka cita, serta memastikan tanggung jawab institusi atas proses hukum yang berjalan

Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Propam), dipimpin Irjen Pol Abdul Karim, langsung bekerja. Tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada dalam rantis saat kejadian telah diamankan dan tengah diperiksa secara profesional—melibatkan Propam Mabes Polri dan Propam Korps Brimob

Pemeriksaan dilaksanakan di Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, termasuk pengamanan terhadap kendaraan taktis tersebut, Identitas ketujuh anggota telah terungkap:

  1. Kompol C(B)
  2. Aipda M
  3. Bripka R
  4. Briptu G (atau D, tergantung sumber)
  5. Bripda M
  6. Bharaka Y
  7. Bharaka J (atau G, tergantung sumber)

Saat ini, Propam masih mendalami peran masing-masing—terutama siapa pengemudinya dan bagaimana koordinasi dalam kendaraan berlangsung

Dalam konferensi pers, Irjen Abdul Karim menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan seadil-adilnya dan setransparan mungkin, termasuk rencana melibatkan pihak eksternal—seperti Kompolnas—agar pengawasan berjalan objektif

Insiden ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mengutuk tindakan represif aparat dan menuntut agar Kapolri bertanggung jawab penuh. Mereka menyerukan agar kasus ini diawasi terus dan tidak berhenti hanya sebagai headline berita

Peristiwa terjadi saat rantis Brimob menyisir area demo di kawasan Pejompongan—berdekatan dengan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Video amatir memperlihatkan korban sempat diinjak roda rantis setelah sempat berhenti. Namun di tengah kerumunan massa, rantis melaju lagi hingga melindas korban. Korban langsung dilarikan ke RSCM namun nyawanya tidak tertolong